Kecelakaan Maut Menewaskan 11 Orang di Purworejo Diduga Karena Truk Alami Rem Blong saat Jalan Menurun

Kecelakaan maut yang melibatkan truk dump dan angkot di Kalijambe, Purworejo, Jawa Tengah diduga karena rem truk tidak fungsi saat melintas jalan menurun

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Kecelakaan Maut Menewaskan 11 Orang di Purworejo Diduga Karena Truk Alami Rem Blong saat Jalan Menurun
Kecelakaan antara truk tronton dan minibus di jalur Purworejo-Magelang mengakibatkan 11 korban jiwa dan 6 luka-luka; polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. (Planet Merdeka)

Kecelakaan maut yang melibatkan truk dump dan angkot di Kalijambe, Purworejo, Jawa Tengah diduga karena rem truk tidak fungsi saat melintas jalan menurun di jalur utama. Kecelakaan tersebut menewaskan 11 orang

"Seluruh korban berasal dari Magelang, dan saat ini sudah teridentifikasi. Dua korban luka dirawat di dua rumah sakit di Purworejo," kata Wakapolda Jateng Brigjen Pol Latif Usman, Rabu (7/5).

Kejadian bermula ketika truk bernopol B 9970 BYZ yang dikendarai Ladis (49), warga Bojonegoro, Jawa Timur melaju dari arah Magelang menuju Purworejo. Sesampainya di lokasi, laju truk tak terkendali dan oleng menabrak angkot yang dikemudikan Edy Sunaryo, warga Kabupaten Magelang.

"Tepatnya di perbatasan Kecamatan Bener, pada saat turun truk akan menyalip, tetapi tidak bisa dikendalikan hingga tabrak angkot. Untuk sementara keterangan adalah rem yang tidak bisa dikendalikan,” ungkapnya.

Petugas masih melakukan evakuasi kendaraan di lokasi kejadian. Evakuasi perlu kehati-hatian mengingat kondisi medan jalan menurun dan sempat diguyur hujan.

Polisi juga mendampingi dan memberikan konseling terhadap para korban selamat maupun keluarga korban yang meninggal dalam kecelakaan tersebut.

"Ini sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap korban, hal ini merupakan upaya Polri memberikan dukungan moril dan memulihkan kesehatan mental para korban," jelasnya.

Polisi mengimbau pengemudi untuk berhati-hati dalam berkendara, terlebih saat melintasi jalan menurun tajam. Pihaknya meminta pemilik armada untuk memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan sebelum beroperasi.

Sebagai langkah lanjutan, Polda Jateng bersama instansi terkait akan memperketat pengawasan terhadap kelayakan angkutan barang yang melintasi wilayah Jawa Tengah.

"Kami akan terus bersama stakeholder terkait untuk melakukan pengawasan dan pengetatan, khususnya terhadap angkutan kendaraan berat yang beroperasi di Jawa Tengah," ujarnya.

Berikut daftar 11 korban meninggal dunia, semuanya berasal dari Kabupaten Magelang:

1. Aulia Anggi Praktiwi (26) – Dusun Ngadiretno, Tamanagung, Muntilan

2. Divya Kreswinannda (25) – Mertoyudan, Mantenan

3. Isna Hayati (27) – Mendut, Mungkid

4. Naely Nur Sadiyah (23) – Jenis Srambianak, Mungkid

5. Finna Mukarromah (28) – Rambeanak, Mungkid

6. Nely Suroya – Gamol, Paremono, Mungkid

7. Melani Septiani (26) – Ambartawang, Mungkid

8. Edy Sunaryo (71) – Ngrajeg, Mungkid (diduga sopir angkot)

9. Naqi Umi Rohmah (27) – Sarangan, Rambeanak, Mungkid

10. Siti Khur Fatonah (27) – Giritengah, Borobudur

11. Hesti Nurngaini Rahayu (24) – Jowahan, Wanurejo, Borobudur

Sementara korban luka dirawat di 2 rumah sakit yang terdiri dari: RS Islam Purworejo:

2 orang pemilik rumah :

Paiman (60) dan Umiyatun (53) warga Desa Kalijambe Kec. Bener, Purworejo

3 orang penumpang Kopada

Mila Mudianawati (26) – Banjarnegoro, Mertoyudan, Ayu Salwa (24) – Bligo, Ngluwar, Sufita (24) – Perumahan Nogosari Land

RSUD dr. Tjitrowardojo: Sopir truk

Ladis (48), – Kanor, Bojonegoro, Jawa Timur.

Rekomendasi