Karantina Sulsel Perketat Pengawasan Nataru 2025/2026, KM Gunung Dempo Jadi Sasaran Operasi Patuh

Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Karantina Sulsel melaksanakan Operasi Patuh 2025 dengan memeriksa KM Gunung Dempo di Makassar untuk memastikan keamanan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan serta mencegah penyebaran penyakit.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Karantina Sulsel Perketat Pengawasan Nataru 2025/2026, KM Gunung Dempo Jadi Sasaran Operasi Patuh
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Karantina Sulsel melaksanakan Operasi Patuh 2025 dengan memeriksa KM Gunung Dempo di Makassar untuk memastikan keamanan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan serta mencegah penyebaran penyakit. (AntaraNews)

Karantina Sulawesi Selatan (Sulsel) gencar melakukan pemeriksaan terhadap KM Gunung Dempo di Pelabuhan Laut Soekarno Hatta, Makassar. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari Operasi Patuh 2025 yang digelar menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini diambil untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan karantina serta menjamin keamanan lalu lintas hewan, ikan, dan tumbuhan di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat, khususnya di Kota Makassar.

Kepala Karantina Sulsel, Sitti Chadidjah, menegaskan bahwa operasi ini bertujuan mencegah penyebaran hama dan penyakit yang berpotensi merugikan masyarakat serta perekonomian. Pengawasan rutin ini juga menjadi bentuk penguatan kewaspadaan, mengingat KM Gunung Dempo memiliki rute dan frekuensi tinggi selama masa angkutan Nataru. Karantina Sulsel berkomitmen melindungi sumber daya hayati dan kesehatan publik melalui tindakan preventif yang terkoordinasi.

Operasi Patuh ini tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga edukasi kepada penumpang dan pengguna jasa. Karantina Sulsel ingin membangun kesadaran bahwa kepatuhan terhadap aturan karantina adalah bagian dari upaya bersama. Hal ini dilakukan demi menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas barang serta penumpang selama periode libur akhir tahun.

Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Nataru selalu menjadi perhatian utama bagi Karantina Sulsel. Pelabuhan laut merupakan salah satu pintu masuk utama pergerakan media pembawa yang berisiko, sehingga pengawasan harus diperketat, khususnya pada periode Nataru karena tingginya intensitas perjalanan. Operasi Patuh 2025 menjadi langkah antisipatif untuk menghadapi lonjakan arus penumpang dan barang.

Sitti Chadidjah menekankan bahwa setiap lalu lintas hewan, ikan, tumbuhan, dan produknya wajib memenuhi persyaratan karantina. Tujuannya adalah agar tidak menimbulkan risiko penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Ini adalah bagian dari pertahanan nonmiliter negara untuk melindungi sumber daya hayati.

Pengawasan Operasi Patuh Karantina Sulsel ini juga melibatkan edukasi langsung kepada penumpang. Petugas memberikan imbauan mengenai pentingnya melaporkan dan mematuhi ketentuan karantina. Kesadaran kolektif menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keamanan hayati di seluruh wilayah.

Dalam Operasi Patuh 2025, pemeriksaan Karantina Sulsel terhadap KM Gunung Dempo mencakup beberapa aspek krusial. Petugas memeriksa kelengkapan dokumen karantina, pengawasan barang bawaan penumpang, serta potensi lalu lintas media pembawa yang berisiko. Ini dilakukan untuk mencegah pemasukan atau pengeluaran media pembawa tanpa dokumen yang sah.

Fokus utama pemeriksaan adalah potensi lalu lintas media pembawa yang berisiko membawa HPHK, HPIK, dan OPTK. Petugas memastikan tidak ada pemasukan atau pengeluaran media pembawa tanpa dokumen yang sah. Setiap langkah dilakukan sesuai prosedur standar yang berlaku untuk menjamin keamanan hayati.

Dari hasil pengawasan saat Operasi Patuh terhadap KM Gunung Dempo, petugas tidak menemukan pelanggaran karantina yang bersifat signifikan. Seluruh proses pengawasan berjalan lancar dan sesuai prosedur, serta mendapat respons positif dari penumpang dan awak kapal. Hal ini menandakan tingkat kepatuhan yang baik dari pihak kapal dan penumpang.

Operasi Patuh yang diinisiasi Karantina Sulsel ini menunjukkan sinergi kuat antar instansi terkait di Pelabuhan Laut Soekarno Hatta. Kepala PT Pelni Cabang Makassar, Darman, menyampaikan bahwa operasi ini bukan hanya sebagai bentuk sinergi, tetapi juga langkah penting memastikan kepatuhan, keselamatan, dan kualitas layanan transportasi laut bagi seluruh penumpang.

Darman menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kapal dalam kondisi layak dan siap melayani penumpang dengan aman dan nyaman. Kolaborasi antara Karantina Sulsel dan PT Pelni Cabang Makassar menciptakan lingkungan perjalanan yang lebih terjamin. Ini mencerminkan komitmen bersama untuk keselamatan publik selama periode liburan.

Dengan adanya Operasi Patuh 2025, diharapkan arus libur Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan sehat. Upaya ini sekaligus memperkuat peran karantina sebagai garda terdepan perlindungan sumber daya hayati dan pertahanan nonmiliter negara. Kepatuhan terhadap aturan karantina adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi