Kapolri Perintahkan Peningkatan Kesiapsiagaan Mudik Lebaran 2026 di Titik Keramaian

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meminta personel tingkatkan Kesiapsiagaan Mudik Lebaran 2026 jelang puncak arus mudik, antisipasi potensi kamtibmas di berbagai wilayah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kapolri Perintahkan Peningkatan Kesiapsiagaan Mudik Lebaran 2026 di Titik Keramaian
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meminta personel tingkatkan Kesiapsiagaan Mudik Lebaran 2026 jelang puncak arus mudik, antisipasi potensi kamtibmas di berbagai wilayah. (AntaraNews)

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh personel untuk meningkatkan kesiapsiagaan di titik-titik keramaian. Perintah ini dikeluarkan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026 yang diperkirakan jatuh pada H-2 Idul Fitri 1447 Hijriah. Peningkatan kewaspadaan ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode mudik.

Instruksi ini disampaikan Kapolri setelah melakukan pengecekan pelayanan mudik kereta api di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, pada hari Minggu. Fokus utama adalah mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di berbagai lokasi. Ini termasuk area publik yang padat hingga kawasan permukiman yang ditinggalkan oleh para pemudik.

Kapolri menekankan pentingnya patroli di sekitar wilayah terminal, stasiun, serta rumah-rumah kosong. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi potensi kerawanan kejahatan yang mungkin terjadi selama musim mudik. Langkah proaktif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan maupun yang meninggalkan rumahnya.

Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo secara tegas meminta seluruh jajaran Polri untuk meningkatkan patroli di lokasi-lokasi strategis. “Patroli di sekitar wilayah terminal, stasiun, termasuk rumah-rumah yang ditinggalkan dan potensi kerawanan kejahatan harus terus diantisipasi,” kata Sigit. Arahan ini bertujuan untuk menekan angka kriminalitas dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama masa puncak arus mudik Lebaran 2026.

Peningkatan kesiapsiagaan ini dinilai sangat krusial mengingat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Potensi gangguan kamtibmas dapat muncul di berbagai titik, mulai dari fasilitas transportasi umum hingga lingkungan tempat tinggal. Oleh karena itu, kehadiran personel Polri di lapangan menjadi sangat penting untuk memberikan rasa aman dan mencegah terjadinya tindak kejahatan.

Selain itu, upaya antisipasi juga mencakup pengawasan terhadap rumah-rumah yang ditinggalkan pemudik. Rumah kosong seringkali menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan. Dengan patroli rutin, diharapkan dapat meminimalisir risiko pencurian atau perampokan di kawasan permukiman yang sepi.

Dalam kunjungannya, Kapolri juga memastikan kesiapsiagaan dan pelayanan di Stasiun Gubeng Surabaya telah berjalan sesuai harapan. Ia sempat berinteraksi langsung dengan petugas dan penumpang untuk mendapatkan informasi kondisi pelayanan di lapangan. Hal ini menunjukkan komitmen Polri dalam memastikan kelancaran dan kenyamanan perjalanan mudik masyarakat.

Dari laporan posko, terdapat peningkatan jumlah penumpang kereta api sekitar 11 persen dibandingkan hari-hari normal. “Dari laporan posko terdapat kenaikan penumpang kurang lebih 11 persen dibandingkan hari-hari normal,” ujar Sigit. Kenaikan ini mengindikasikan tingginya animo masyarakat untuk mudik menggunakan transportasi kereta api.

Kapolri juga memastikan bahwa kebijakan diskon tiket yang diberikan pemerintah telah diterapkan dengan baik bagi penumpang kereta api kelas ekonomi. Stasiun Gubeng sendiri beroperasi hampir 24 jam untuk melayani mobilitas masyarakat dari berbagai daerah. Banyak penumpang datang dari luar kota, bahkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan, untuk melanjutkan perjalanan ke Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga DKI Jakarta melalui Stasiun Gubeng.

Selain meninjau aktivitas di stasiun, Kapolri juga memeriksa kesiapan posko terpadu yang disediakan. Posko ini dilengkapi dengan layanan kesehatan dan sistem pelayanan tiket secara daring. Fasilitas ini dirancang untuk mempermudah masyarakat yang akan melakukan perjalanan dan memastikan mereka mendapatkan layanan yang memadai selama masa mudik.

Terkait proyeksi jumlah pemudik secara nasional, hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Angka proyeksi turun dari sekitar 145 juta menjadi 143 juta pemudik. Meskipun demikian, Kapolri menegaskan bahwa seluruh pihak tidak boleh meremehkan situasi ini.

“Dari hasil survei Kementerian Perhubungan memang ada penurunan dari sekitar 145 juta menjadi 143 juta pemudik, namun kita tidak boleh underestimate sehingga semua kesiapan tetap harus disiapkan,” ujar Sigit. Hal ini menggarisbawahi pentingnya persiapan matang dan antisipasi berbagai skenario, terlepas dari adanya penurunan proyeksi jumlah pemudik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi