Kapolda Sulteng sebut Santoso otak penculikan & pembunuhan warga

Senin, 29 Desember 2014 12:06 Reporter : Hery H Winarno
Kapolda Sulteng sebut Santoso otak penculikan & pembunuhan warga Ilustrasi Penculikan. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock

Merdeka.com - Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Pol Idham Azis mengemukakan Santoso adalah dalang penculikan warga Lembah Napu, Kabupaten Poso, beberapa hari ini. Hal tersebut berdasarkan keterangan saksi korban penculikan yang berhasil kabur menyelamatkan diri beberapa hari lalu.

Saksi bernama Victor itu sebelumnya disuruh kawanan penculik untuk membeli beras namun dia kabur dan lapor ke aparat keamanan terdekat.

Victor mengatakan pria yang menyuruhnya beli beras itu berambut sebahu dan berjenggot panjang seleher. Setelah aparat memperlihatkan foto Santoso yang merupakan pimpinan kelompok sipil bersenjata di Poso, Victor menyatakan pria itu mirip Santoso.

Kapolda Idham Azis mengatakan saat ini aparat gabungan Polri dan TNI terus mengejar kelompok sipil bersenjata itu yang masih menyekap seorang warga Desa Tamadue bernama Harun. Sebelumnya, penculik itu telah membunuh seorang warga karena melawan ketika hendak disekap.

"Kita akan cari terus sampai ketemu. Teroris adalah musuh negara," kata Kapolda seperti dikutip dari Antara, Senin (29/12).

Sebelumnya, aparat gabungan menemukan jenazah Garataudu, korban penculikan yang diduga dilakukan kelompok sipil bersenjata di kawasan Lembah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (28/12). Jenazah Garataudu ditemukan oleh aparat di lubang sedalam sekitar 50 cm di kawasan hutan. Garataudu mengalami luka tembak di bagian kepala dan dada.

Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Idham Azis di Kota Palu, membenarkan hal itu, dan saat aparat gabungan masih terus mencari para penculik bersenjata itu. Lokasi penemuan jenazah pria berumur 51 tahun itu berjarak sekitar 10 kilometer dari Desa Tamadue.

Garataudu adalah satu dari tiga warga Desa Tamadue, Kecamatan Lore Timur, yang diculik dan disekap oleh kawanan sipil bersenjata. Penculik itu beraksi pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.30 WITA dan sempat menyandera tiga warga yang sedang mencari damar di hutan, dan mengancamnya dengan senjata api.

Ketiga korban penculikan tersebut adalah Harun Tobimbi, Garataudu dan Victor Polaba. Harun saat ini masih disandera oleh para penculik. Sementara Victor Polaba berhasil melarikan diri dan lapor kepada petugas bahwa dirinya merupakan korban penculikan dari orang tak dikenal. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Teror Poso
  2. Penculikan
  3. Pembunuhan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini