Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil langkah proaktif dalam menghadapi potensi krisis. Mereka memantapkan skema perlindungan khusus bagi kesehatan reproduksi kelompok rentan. Inisiatif ini bertujuan memastikan layanan vital tetap tersedia saat bencana melanda.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan kesiapsiagaan bencana tidak hanya soal logistik. Perlindungan kesehatan spesifik, terutama kesehatan reproduksi, menjadi prioritas utama. Hal ini disampaikan di Samarinda pada Minggu (24/8).
Melalui penguatan sistem Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM), Kaltim berupaya menjaga akses layanan. Kelompok seperti ibu hamil, bayi baru lahir, remaja, dan perempuan menjadi fokus utama. Mereka seringkali paling berisiko dalam situasi darurat.
Advertisement
Advertisement
Dalam situasi krisis dan bencana, perlindungan kesehatan reproduksi menjadi aspek krusial yang sering terabaikan. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak hanya sebatas evakuasi dan logistik pangan. Namun, juga wajib mencakup perlindungan kesehatan spesifik, terutama bagi kelompok rentan.
Menurut Jaya, kelompok seperti ibu hamil, bayi baru lahir, remaja, dan perempuan menjadi pihak paling berisiko. Mereka dapat mengalami penurunan akses serta kualitas layanan kesehatan saat darurat. Oleh karena itu, memastikan layanan kesehatan reproduksi tetap tersedia adalah prioritas utama.
Melalui PPAM, Pemerintah Provinsi Kaltim berupaya menjamin pelayanan kesehatan reproduksi tetap berjalan. Layanan ini harus tetap aman dan berkualitas, meskipun di tengah keterbatasan sumber daya. Ini adalah langkah proaktif untuk melindungi hak-hak dasar masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Skema PPAM Kesehatan Reproduksi yang digagas Kaltim memiliki cakupan luas dan krusial. Layanan ini tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup perlindungan sosial. Tujuannya adalah memberikan dukungan holistik bagi individu yang terdampak bencana.
Beberapa pilar utama PPAM meliputi pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender. Kekerasan ini kerap meningkat di lokasi pengungsian saat bencana. Selain itu, pelayanan esensial bagi ibu hamil, proses persalinan yang aman, dan perawatan bayi baru lahir juga menjadi fokus.
Program ini juga memastikan ketersediaan layanan untuk pencegahan serta pengelolaan Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV/AIDS. Risiko penularan dapat meningkat akibat kondisi darurat. Penyediaan akses terhadap layanan kontrasepsi darurat juga menjadi bagian integral dari paket pelayanan ini.
Advertisement
Koordinasi logistik kesehatan reproduksi juga sangat diperhatikan. Ini untuk memastikan tidak ada hak kesehatan masyarakat yang terabaikan. PPAM dirancang agar seluruh kebutuhan esensial dapat terpenuhi secara efektif dan efisien.
Pilar utama Paket Pelayanan Awal Minimum (PPAM) Kesehatan Reproduksi meliputi:
- Pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender di lokasi pengungsian.
- Pelayanan esensial bagi ibu hamil, persalinan aman, dan perawatan bayi baru lahir.
- Pencegahan dan pengelolaan Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV/AIDS.
- Penyediaan akses terhadap layanan kontrasepsi darurat.
- Koordinasi logistik kesehatan reproduksi untuk memastikan ketersediaan pasokan.
Advertisement
Advertisement
Untuk mewujudkan kesiapsiagaan yang optimal, Dinas Kesehatan Kaltim telah menggelar pertemuan lintas sektor. Pertemuan ini bertujuan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota. Peningkatan kapasitas ini vital untuk respons cepat dan tepat.
Forum tersebut juga meningkatkan koordinasi antarlembaga. Selain itu, mereka menyusun rencana tindak lanjut yang konkret dalam penanggulangan krisis kesehatan reproduksi. Ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai pihak.
Langkah strategis ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan penting. Narasumber dari Kementerian Kesehatan RI, Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA), dan BKKBN turut hadir. Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim juga berpartisipasi. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan sinergi yang kuat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews