Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyambut baik rencana pembangunan Kantor Induk PJR (Patroli Jalan Raya) di exit Tol Banyudono Boyolali. Pembangunan yang dilakukan Jasa Marga jalan Tol Solo-Yogyakarta ini merupakan inisiatif penting untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum di jalan Tol.
Kolaborasi ini sangat penting, terutama dalam konteks pembangunan infrastruktur seperti Kantor Induk PJR dan pengelolaan lalu lintas jalan tol. Tanpa kolaborasi, tujuan besar seperti keselamatan, kelancaran arus kendaraan, dan pelayanan optimal bagi pengguna jalan akan sulit tercapai.
Demikian dikatakan Irjen Agus Suryo, saat melakukan peninjauan pelaksanaan pembangunan kantor induk PJR Regional II Trans Jawa ruas jalan Tol Solo-Yogyakarta di exit tol Banyudono (Semarang-Boyolali-Yogyakarta) Kamis (17/4).
Dalam peninjauan tersebut Kakorlantas Polri didampingi Direktur Operasi Jasa Marga, Fitri Wiyanti, Dirut Jasa Marga jalan Tol Solo-Yogyakarta, Rudi Hardiansyah dan Dirut Jasa Raharja, Rivan Achmad Purwantono. Pembangunan kantor tersebut dilakukan Jasa Marga sebagai upaya peningkatan pelayanan bersama, pengamanan, penegakan hukum dan pertukaran informasi.
Irjen Agus Suryo, mengemukakan, kantor induk PJR berfungsi sebagai pos pantau yang strategis untuk memantau arus lalu lintas secara real-time, terutama di jalur-jalur rawan kecelakaan atau kemacetan. Dengan adanya petugas yang siaga di kantor induk PJR, respon terhadap insiden lalu lintas seperti kecelakaan, kendaraan mogok, atau pelanggaran lalu lintas bisa dilakukan dengan cepat.
"Kantor induk PJR menunjukkan kehadiran fisik polisi yang dapat memberikan efek jera terhadap pelanggar lalu lintas dan meningkatkan rasa aman bagi pengguna jalan", tandasnya.
Kantor induk ini, katanya, akan dilengkapi dengan sistem komunikasi yang terhubung ke pusat kendali, sehingga memudahkan koordinasi antarpos atau dengan instansi terkait. Kantor induk PJR juga berfungsi sebagai tempat istirahat, briefing, dan rotasi petugas, memastikan bahwa mereka tetap bugar dan siap menjalankan tugas secara maksimal.
Dikatakan, petugas di kantor induk dapat memberikan informasi kepada masyarakat, seperti kondisi lalu lintas, rute alternatif, atau bantuan bagi pengguna jalan yang mengalami kendala.
Perlu diketahui, jalur Tol Solo–Yogyakarta yang sudah fungsional dari Banyudono (Boyolali) ke Tamanmartani (Kalasan, Sleman) mencakup beberapa segmen. Total ruas fungsional: ±36,6 Km. Yakni, Banyudono – Kartasura ±4 km (Ruas awal dari Boyolali ke pintu masuk tol Kartasura). Kemudian, Kartasura – Prambanan ±25,9 Km. Kartasura – Klaten ±22,3 Km. Klaten – Prambanan ±3,6 km. Prambanan – Tamanmartani ±6,7 km (Ruas fungsional yang sempat dibuka saat mudik Lebaran 2025).