Kabar hoax tentang kesehatan dianggap lebih bahaya bagi warga

Banyaknya kabar bohong alias hoax beredar. Salah satunya mengenai kesehatan dan membuat banyak masyarakat resah. Tidak sedikit juga mereka terjebak. Kondisi ini dianggap berbahaya dan perlu diperangi agar tidak semakin melebar.

Angga Yudha Pratomo
Oleh Angga Yudha Pratomo - Reporter
Kabar hoax tentang kesehatan dianggap lebih bahaya bagi warga
Ilustrasi berita hoax. ©2017 Merdeka.com

Banyaknya kabar bohong alias hoax beredar. Salah satunya mengenai kesehatan dan membuat banyak masyarakat resah. Tidak sedikit juga mereka terjebak. Kondisi ini dianggap berbahaya dan perlu diperangi agar tidak semakin melebar.Perang terhadap hoax kesehatan dilakukan Komunitas Sapu Langit. Mereka sekaligus mendeklarasikan Jaringan Anti Hoax Kesehatan (Jahkes), nantinya akan memerangi berita hoax mengenai kesehatan. Dalam keterangannya, Koordinator Komunitas Sapu Langit, Budi Purnomo Karjodihardjo, menyebut hoax masalah ini lebih berbahaya."Hoax kesehatan jauh lebih berbahaya bagi rakyat Indonesia, karena bisa berakibat fatal terhadap nyawa seseorang," kata Budi Purnomo, Selasa (23/5).Menurut dia, pemerintah dan para penggiat media sosial harus memberikan perhatian lebih dan khusus terhadap beredarnya berita hoax seputar kesehatan. Sehingga ke depannya rakyat terhindar dari masalah kesehatan akibat hoax."Hari ini saya deklarasikan pembentukan Jaringan Anti Hoax Kesehatan (Jahkes) yang bersifat relawan sebagai bentuk kepedulian Komunitas Sapu Langit terhadap sesama, dan alasan kemanusiaan," ujarnya.Budi Purnomo menyampaikan pesan tersebut saat presentasi mengenai strategi komunikasi dan pengalaman mengelola tim medsos. Pertemuan itu diikuti lebih dari para pegawai Kementerian Kesehatan. Sekretaris Jenderal Kemenkes, Untung Suseno Sutarjo, menyambut positif respon cepat dilakukan berbagai pihak dalam mengatasi hoax kesehatan. Sebab, semakin cepat respon diberikan tentu akan sangat baik. "Tim Medsos Kemenkes harus bergerak cepat melakukan klarifikasi mengatasi hoax ini. Setelah sharing dari pakar medsos, tim jangan malah melempem, harus segera menanggapi hoax kesehatan, yang semakin banyak ini," kata Untung.Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi, juga menyampaikan bahwa informasi hoax kesehatan semakin banyak. Sehingga perlu strategi komunikasi dan koordinasi komunikasi media sosial di lingkungan Kemenkes."Oleh karena itu, diperlukan jejaring komunikasi pengguna media sosial yang dapat berperan sebagai duta organisasi. Keberadaan Tim Media Sosial melalui Kemenkes diharapkan dapat mengakomodasi hal tersebut," ujar Oscar.Oscar mengharapkan, melalui kegiatan ini dapat menjadi wahana untuk berbagi informasi, pengalaman bermedia sosial beretika Tim Media Sosial di lingkungan Kemenkes. "Kehadiran Pak Budi Purnomo sebagai praktisi komunikasi yang berpengalaman membangun tim media sosial yang solid dan militan, tentunya dapat memberikan pencerahan kepada para agen media sosial Kemenkes ini," terangnya.

Rekomendasi