Jordi Amat Tak Kesulitan Jadi Gelandang Bertahan, Kunci Solidnya Lini Tengah Persija

Pemain timnas Indonesia, Jordi Amat, mengungkapkan tidak ada kendala berarti saat diplot sebagai gelandang bertahan Persija. Peran baru Jordi Amat gelandang bertahan ini menjadi kunci solidnya tim.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jordi Amat Tak Kesulitan Jadi Gelandang Bertahan, Kunci Solidnya Lini Tengah Persija
Jordi Amat tidak kesulitan menjalankan peran baru sebagai gelandang bertahan Persija Jakarta, membantu tim meraih kemenangan penting dan kembali ke jalur positif di Liga 1. (AntaraNews)

Bek tengah andalan Persija Jakarta, Jordi Amat, menunjukkan fleksibilitas luar biasa di lapangan hijau. Pemain timnas Indonesia ini sukses menjalankan peran baru sebagai gelandang bertahan saat timnya berhadapan dengan Madura United. Pertandingan sengit tersebut berakhir dengan kemenangan 2-0 bagi Macan Kemayoran di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat lalu.

Perubahan posisi ini bukanlah tanpa alasan. Persija Jakarta tengah menghadapi krisis pemain di lini tengah akibat akumulasi kartu yang menimpa Van Basty Sousa dan Fabio Silva. Kondisi ini mendorong pelatih Mauricio Souza untuk mencari solusi taktis yang efektif guna menjaga keseimbangan tim.

Jordi Amat, yang biasanya beroperasi di jantung pertahanan, mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam mengemban tugas barunya. Keputusan ini diambil setelah diskusi intensif antara dirinya dengan pelatih. Pengalaman masa lalu menjadi bekal berharga bagi pemain kelahiran Barcelona tersebut.

Pemain berusia 33 tahun, Jordi Amat, mengungkapkan bahwa peran sebagai gelandang bertahan bukanlah hal baru baginya. Ia pernah beberapa kali menempati posisi tersebut saat membela sejumlah klub Eropa seperti KAS Eupen, Rayo Vallecano, Real Betis, dan Swansea City. Pengalaman ini menjadi fondasi kuat bagi adaptasinya yang cepat di Persija.

Diskusi yang dilakukan dengan pelatih Mauricio Souza selama seminggu penuh sebelum pertandingan menjadi kunci. Keduanya mencapai kesepakatan bahwa Jordi akan mengisi kekosongan di lini tengah. Kepercayaan pelatih dan kesiapan Jordi Amat gelandang bertahan ini terbukti efektif di lapangan.

Jordi Amat menyatakan kepuasannya terhadap performa tim dan juga kontribusinya di posisi baru. Kemampuannya dalam membaca permainan dan memutus serangan lawan sangat membantu Persija. Ini menunjukkan profesionalisme tinggi dari seorang pemain yang siap ditempatkan di posisi manapun demi kepentingan tim.

Selain adaptasi individu, Jordi Amat juga menyoroti pentingnya chemistry dengan rekan setim di lini tengah. Ia secara khusus memuji penampilan Aditya Warman yang menjadi duetnya. Kolaborasi keduanya berhasil menciptakan ritme permainan yang stabil dan mencegah lawan melancarkan serangan balik berbahaya.

"Saya juga nyaman bermain dengan Aditya Warman. Saya pikir kami bermain sangat solid, terus menyerang, mengontrol pertandingan sehingga mereka tidak bisa counter-attack," ujar Jordi Amat. Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi dan pemahaman antar pemain di lapangan.

Kombinasi Jordi Amat gelandang bertahan dan Aditya Warman memberikan perlindungan ekstra bagi lini pertahanan Persija. Mereka mampu memutus alur serangan Madura United sejak dini, sehingga mengurangi tekanan pada bek dan kiper. Ini adalah faktor krusial dalam meraih kemenangan tanpa kebobolan.

Kemenangan 2-0 atas Madura United menjadi bukti nyata keberhasilan strategi pelatih Mauricio Souza dan adaptasi Jordi Amat di posisi baru. Tiga poin ini sangat krusial bagi Persija untuk kembali ke jalur kemenangan setelah sebelumnya takluk 0-1 dari Persib Bandung. Hasil ini mendongkrak semangat dan posisi tim di klasemen.

Dengan tambahan tiga poin, Persija kini mengumpulkan 38 poin dan berhasil menduduki posisi ketiga klasemen sementara Liga 1. Mereka hanya terpaut dua poin dari Borneo FC yang berada di puncak. Performa solid, terutama di babak pertama, menjadi sorotan utama Jordi Amat.

"Saya sangat senang dengan perfoma kami. Saya harus mengatakan di babak pertama kita tampil hampir sempurna. Kita pantas mencetak 2-3 gol, tentu saja. Di babak kedua kita mulai sedikit terdiam, namun itu normal," tutup bek timnas Indonesia tersebut. Ini menunjukkan optimisme tinggi terhadap perjalanan Persija selanjutnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi