Jokowi Tanya Potensi BBM Naik jika APBN Tak Kuat Subsidi, Ini Jawaban Pedagang Pasar

Kamis, 7 Juli 2022 12:46 Reporter : Merdeka
Jokowi Tanya Potensi BBM Naik jika APBN Tak Kuat Subsidi, Ini Jawaban Pedagang Pasar Jokowi kunjungi Pasar Alasan di Nias. ©Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemulihan ekonomi saat ini semakin sulit karena adanya perang Rusia-Ukraina. Dia menyampaikan perang tersebut berdampak terhadap pangan, minyak, dan gas dunia.

Dia menuturkan sebelum pandemi Covid-19, harga minyak mentah berada di angka USD 60 per barrel. Sementara itu, saat ini harga minyak mencapai USD 110 sampai 120 per barrel.

"Hati-hati mengenai perang Ukraina karena ini menyangkut pangan dan energi. Pangan, minyak, dan gas yang akan mempengaruhi semua negara di dunia," ujar Jokowi dalam acara Hari Keluarga Nasional di Medan Sumatera Utara, Kamis (7/7).

Menurut dia, harga BBM di negara-negara sudah berada di angka Rp31.000 per liter, sementara Indonesia masih Rp7.650 per liter karena subsidi APBN. Jokowi menyebut pemerintah masih berupaya menahan agar harga BBM, khususnya Pertalite tidak naik.

"Sudah dua kali lipat, hati-hati. Negara kita ini, kita masih tahan untuk tidak menaikkan yang namanya Pertalite. Negara lain yang namanya BBM, bensin itu sudah di angka Rp31.000," jelasnya.

"Di Jerman, di Singapura Rp31.000, Thailand sudah Rp20.000. Kita masih Rp7.650, karena apa? Disubsidi oleh APBN," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Buka Kemungkinan Naikkan Harga BBM

Jokowi menjelaskan hingga kini pemerintah memang masih kuat memberikan subsidi BBM untuk masyarakat. Kendati begitu, dia tak menutup kemungkinan menaikkan harga BBM apabila nantinya APBN tak kuat lagi memberikan subsidi.

"Ini kita masih kuat dan kita berdoa supaya APBN tetap masih kuat memberi subsidi. Kalau sudah tidak kuat mau gimana lagi? Yakan? Kalau (harga) BBM naik, ada yang setuju?" ujar Jokowi.

"Enggaaaa!" jawab masyarakat yang hadir.

Dia menyadari banyak masyarakat yang tak setuju dengan kenaikan harga BBM. Namun, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia masih mengimpor minyak mentah dari luar negeri.

Sehingga, harga minyak di Indonesia juga bergantung pada harga minyak dunia. Jokowi pun meminta masyarakat untuk memahami kondisi tersebut.

"Kita itu masih impor separuh dari kebutuhan kita 1,5 juta barrel minyak dari luar. Masih impor, artinya apa? Kalau harga di luar naik, kita juga harus membayar lebih banyak. Supaya kita ngerti masalah ini" tutur Jokowi.

Reporter: Lizsa Egeham/Liputan6.com [rnd]

Baca juga:
Cegah Beban Negara Bertambah, Pertamina Masih Tahan Harga Pertamax di Rp12.500
Raisa Kaget Isi BBM Habis Rp1,2 Juta, Respons Warganet Bikin Ngakak
Awal Juli 2022, Harga BBM Shell Hingga Vivo Kompak Naik
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina dan Shell per Juli 2022
Warga Yogyakarta Keluhkan Susah Akses Daftar BBM Bersubsidi via MyPertamina
Hari ini, Tarif Listrik Resmi Naik dan Pembukaan Pendaftaran Beli Pertalite & Solar

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini