Sutradara kenamaan Joko Anwar baru-baru ini menarik perhatian publik dengan unggahan terbarunya di Instagram. Ia membagikan rekam jejak aktor Aming Sugandhi melalui seri "Napipedia". Unggahan ini secara khusus menyoroti peran Aming sebagai narapidana bernama Tokek dalam film mendatang "Ghost in the Cell".
Unggahan "Napipedia #1" tersebut dirilis pada Kamis (29/1), memberikan gambaran mendalam tentang perjalanan karier Aming. Film "Ghost in the Cell" sendiri dijadwalkan akan tayang di bioskop mulai tanggal 16 April 2026. Ini menjadi salah satu proyek yang sangat dinantikan oleh para penggemar film Indonesia.
Joko Anwar mengungkapkan bahwa karakter Tokek yang diperankan oleh Aming adalah sosok yang unik dan menantang. Menurutnya, Aming merupakan satu-satunya aktor yang mampu memerankan karakter tersebut dengan baik. Pernyataan ini tentu saja meningkatkan rasa penasaran publik terhadap penampilan Aming di film "Ghost in the Cell".
Advertisement
Advertisement
Sebelum dikenal luas sebagai aktor, Aming Sugandhi merintis karier di balik layar industri hiburan. Antara tahun 2000 hingga 2003, ia aktif sebagai kru produksi dan konsultan busana untuk berbagai proyek. Aming terlibat dalam berbagai proyek komersial, termasuk video klip musik, film, dan sinetron.
Alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini kemudian meraih popularitas besar berkat penampilannya di acara televisi "Extravaganza". Acara komedi sketsa tersebut tayang dari tahun 2004 hingga 2009, mengukuhkan Aming sebagai komedian berbakat. Kemampuan akting dan komedinya menarik perhatian banyak penonton.
Debut Aming di layar lebar terjadi pada tahun 2005, dalam film "Janji Joni" arahan Joko Anwar. Ia berperan sebagai pengantre tiket bioskop, menandai awal kolaborasi dengan sutradara ternama tersebut. Setelah itu, Aming juga tampil dalam film populer seperti "Get Married" (2007) dan "Quickie Express" (2007).
Advertisement
Advertisement
Aming terus menunjukkan keberaniannya dalam memilih peran yang menantang sepanjang kariernya. Pada tahun 2010, ia membintangi film "Madame X", yang dianggap sebagai salah satu peran paling berani dalam kariernya. Film ini memperlihatkan sisi lain kemampuan akting Aming yang serbaguna dan tidak terbatas.
Selain berakting, Aming juga memiliki ketertarikan pada proyek seni dan penyutradaraan. Pada tahun 2013, ia menggarap proyek seni "Psycho Diva", sebuah pertunjukan yang menggabungkan hiburan dan makna mendalam. Kreativitasnya tidak terbatas pada satu bidang saja, menunjukkan eksplorasi artistik yang luas.
Aming juga sempat menjajal kursi sutradara untuk film antologi berjudul "Gila Jiwa" pada tahun 2015. Proyek ini menunjukkan dedikasinya terhadap dunia perfilman dari berbagai sudut pandang, baik sebagai aktor maupun kreator. Pengalaman ini tentu memperkaya wawasan Aming di industri hiburan.
Advertisement
Advertisement
Dalam film "Ghost in the Cell", Aming akan memerankan karakter narapidana berbahaya bernama Tokek. Peran ini menjadi sorotan utama dalam unggahan "Napipedia" Joko Anwar, yang memicu antusiasme publik. Film ini diharapkan memberikan pengalaman sinematik yang berbeda dan mendalam.
Joko Anwar secara eksplisit menyatakan bahwa karakter Tokek adalah karakter yang unik dan kompleks. Ia juga menegaskan bahwa Aming adalah satu-satunya aktor yang dinilai mampu menghidupkan tokoh tersebut dengan segala nuansanya. Kepercayaan sutradara terhadap Aming ini menunjukkan kualitas akting sang aktor yang diakui.
Menanggapi pujian dan kepercayaan dari Joko Anwar, Aming menyampaikan rasa terima kasihnya. Melalui kolom komentar unggahan "Napipedia #1", Aming mengungkapkan penghargaan atas kesempatan yang diberikan untuk kembali berkolaborasi. Ini menandai kolaborasi berkelanjutan antara keduanya dalam industri film Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews