Jelang Natal & Tahun Baru, Polisi Fokus Amankan Tempat Ibadah Hingga Wisata

Selain ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga bekerjasama dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk memastikan liburan Natal dan Tahun Baru berjalan lancar. Salah satunya memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok aman.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Jelang Natal & Tahun Baru, Polisi Fokus Amankan Tempat Ibadah Hingga Wisata
Apel Siaga Polisi. Merdeka.com/Imam Buhori

Polri telah memetakan potensi kerawanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pengamanan jelang Nataru akan difokuskan di tempat-tempat ibadah hingga lokasi wisata.

"Ancaman potensi yang akan terjadi pada akhir tahun sudah diantisipasi oleh anggota Polri, baik tempat ibadah, tempat keramaian, dan tempat wisata. Semuanya masuk dalam pantauan pengamanan dari aparat kepolisian dibantu TNI, Kemenhub dan Pemda," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta Selatan, Senin (26/11).

Kepolisian tidak menargetkan gereja tertentu sebagai fokus utama pengamanan saat perayaan Natal. Polisi memastikan, semua tempat ibadah umat kristiani mendapatkan porsi pengamanan maksimal.

"Semua tempat ibadah kita lakukan pengamanan secara maksimal dalam rangka menjamin saudara kita umat kristiani menjalankan ibadah dengan damai dan aman," jelas Dedi.

Namun Jenderal bintang satu itu belum bisa memastikan berapa jumlah personel Polri yang disiagakan untuk pengamanan Nataru. Dalam waktu dekat ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan mengumpulkan seluruh kapolda untuk persiapan pengamanan.

Selain ancaman keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga bekerjasama dengan sejumlah kementerian dan lembaga untuk memastikan liburan Natal dan Tahun Baru berjalan lancar. Salah satunya memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok aman.

"Untuk memastikan bahwa di bulan Desember itu ketersediaan harga kebutuhan pokok semuanya tersedia dan harganya terjangkau masyarakat. Kedua ketersediaan masalah BBM bagi masyarakat terjamin, BBM stoknya bagus dan aman," ujar Dedi.

"Kemudian dari sisi perhubungan dan lalu lintas kenyamanan seluruh masyarakat dalam rangka melaksanakan aktivitas di Natal dan Tahun Baru semuanya dapat terjamin dan aman," tutupnya.

Antisipasi Pelanggaran Batas Kecepatan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah berkoordinasi dengan pihak Bina Marga dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) jelan arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satunya untuk memastikan kesiapan jalan tol yang menghubungkan Jakarta hingga Surabaya.

Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Kemenhub, Pandu Yunianto mengatakan, tol dari Jakarta, Semarang, Solo, hingga Surabaya sudah bisa digunakan. Namun Tol Trans Jawa tersebut belum sepenuhnya bersifat operasional, sebagian masih fungsional.

"Jadi sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat, namun ada yang berbayar ada yang masih dibebaskan, artinya tidak berbayar," ujar Pandu dalam sebuah diskusi bertajuk 'Sinergi Polri dan Kementerian dalam Menghadapi Natal dan Tahun Baru' di kawasan Jakarta Selatan, Senin (26/11).

Pandu menuturkan, bukan kemacetan faktor yang paling dikhawatirkan pemerintah pada arus mudik Natal dan Tahun Baru mendatang setelah Tol Trans Jawa tersedia. Namun aspek keselamatan pengguna jalan yang perlu diwaspadai ketika tidak mampu mengontrol kecepatan.

"Masyarakat untuk waspada terhadap kecepatan, karena jalannya bagus dan mulus. Kalau tidak diingatkan kami khawatir masyarakat banyak melakukan pelanggaran batas kecepatan," tuturnya.

Lebih lanjut, Pandu mengungkapkan ruas tol mana saja yang telah berbayar di sepanjang rute Jakarta-Surabaya pada arus mudik Natal dan Tahun Baru mendatang.

Tol Jakarta-Pemalang sudah berbayar. Sementara Tol Pemalang-Semarang masih fungsional. Selanjutnya Tol Semarang-Salatiga sudah dikenakan tarif.

"Salatiga-Kartosuro fungsional, Kartosuro-Sragen berbayar, Sragen-Ngawi fungsional, Ngawi-Wilangan berbayar, Wilangan-Jombang fungsional, Jombang-Surabaya berbayar," ucap Pandu.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi