Jelang mudik, Petugas Gabungan periksa kelaikan bus di Yogyakarta
Merdeka.com - Tim gabungan yang terdiri dari Ditlantas Polda DIY, Dishub, Jasa Raharja, BNNP DIY dan Kementerian Perhubungan melaksanakan operasi kelaikan bus di Terminal Giwangan Yogyakarta, Senin (5/6). Selain itu petugas gabungan juga melakukan tes urine kepada para pengemudi bus.
"Ada 25 bus yang diperiksa. Ditemukan ada tiga bus yang menggunakan ban vulkanisir. Ketiga bus itu jurusan Yogyakarta-Wonosari," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Terminal Giwangan, Bhekti Zunanta, Senin (5/6).
Bhekti menjelaskan, kendaraan dengan ban vulkanisir memiliki potensi mengalami kecelakaan yang lebih besar. Persentasenya sembilan persen ban vulkanisir bisa membuat kecelakaan.
"Ketiga bus jika ingin kembali beroperasi harus mengganti ban vulkanisir dengan ban yang asli. Jika belum mengganti ban, bus tidak diizinkan mengangkut penumpang," ujar Bhekti.
Selain menemukan tiga bus dengan ban vulkanisir, petugas juga mendapati ada satu bus izin trayek kadaluarsa. Bus yang mati izin trayeknya, merupakan bus jurusan Yogyakarta-Bantul.
"Ada juga temuan satu bus jurusan Yogyakarta-Semarang yang KIR nya sudah mati beberapa tahun. Ada juga bus yang harus memperbaiki lampu, lampu kanan dan kiri serta rem," papar Bhekti.
Terpisah, Kepala Sub Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas Ditlantas Polda DIY AKBP Aap S Yasin mengutarakan petugas juga mendapati bus dengan surat-surat tidak lengkap. Menurutnya, ada dua sopir bus yang ditilang karena tak memiliki kelangkapan surat.
"Bus yang surat-suratnya tidak lengkap ditilang di tempat," ungkapnya.
Aap menguraikan, pemeriksaan akan terus dilakukan menjelang masa mudik lebaran 2017. Selain di Terminal Giwangan, pemeriksaan juga bakal di lakukan di sejumlah terminal lain, seperti di Terminal Wates, Terminal Jombor, Bantul serta Gunungkidul. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya