Jateng alami krisis air bersih, terparah di Purbalingga dan Sragen

Selasa, 14 Agustus 2018 18:23 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Jateng alami krisis air bersih, terparah di Purbalingga dan Sragen Bantuan Air bersih. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng menyatakan 23 kabupaten/kota mulai kekurangan air bersih akibat dampak kekeringan. Daerah terparah mengalami kekeringan ada di Purbalingga dan Sragen.

"Untuk daerah yang terparah Purbalingga, dan Kabupaten Sragen. Jumlah 404 desa. Adapun 38 desa yang tersebar di 10 kecamatan," kata Kepala Penanggulangan Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana, Selasa (14/8).

Kabupaten Sragen mengalami kekeringan terdapat 33 desa di tujuh kecamatan. Tindakan BPBD Jateng sudah langsung meminta bantuan kiriman air bersih.

"Total jumlah tangkinya sudah 3.127 unit untuk 404 desa di 135 kecamatan. Menyusul pertanian sudah mengalami kesukaran air, BMKG pun sudah menentukan area yang mengalami kekeringan. Maka dari itu harapannya embung dapat memenuhi air hingga masa panen," kata Sarwa Pramana.

Sarwa menyebut dengan begitu, ia siap menggelontorkan dana mencapai Rp 400 juta untuk menanggulangi kekeringan. Selain itu, ia juga mengandalkan dana APBD tiap daerah dan meminta CSR perusahaan untuk mengatasi kekeringan.

"Seluruh daerah Jateng potensi mengalami kekeringan," jelasnya. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini