Petenis putri kebanggaan Indonesia, Janice Tjen, telah menetapkan target ambisius untuk kariernya di dunia tenis internasional. Ia bertekad untuk menembus peringkat 20 besar dunia pada musim kompetisi 2026 mendatang. Target ini diumumkan dalam sebuah gelar wicara di Jakarta, menunjukkan keseriusannya setelah serangkaian pencapaian gemilang tahun ini.
Ambisi Janice Tjen bukan tanpa dasar, mengingat prestasinya yang signifikan baru-baru ini. Ia berhasil meraih gelar tunggal putri WTA pertama bagi Indonesia dalam 23 tahun terakhir di Chennai Open. Pencapaian ini menjadi motivasi besar baginya untuk terus melaju ke level yang lebih tinggi di kancah tenis global.
Dengan dukungan dari pelatihnya, Chris Bint, Janice Tjen optimistis mampu bersaing dengan pemain top dunia. Meskipun menyadari masih banyak aspek yang perlu ditingkatkan, ia yakin proses kerja keras akan membuahkan hasil. Fokus utamanya adalah konsistensi dan kepercayaan pada program latihan yang dijalani.
Advertisement
Advertisement
Mengejar Peringkat Dunia dan Sejarah Tenis Indonesia
Janice Tjen menyatakan keyakinannya untuk dapat bersaing di level WTA, meskipun mengakui masih banyak area yang membutuhkan peningkatan. Kerja samanya dengan pelatih Chris Bint yang baru berjalan kurang dari setahun menjadi fondasi penting bagi progresnya. Ia optimistis bahwa dengan dedikasi, kemampuannya akan terus berkembang pesat.
Musim ini, Janice Tjen telah mengukir sejarah penting bagi tenis Indonesia dengan memenangkan gelar tunggal putri di Chennai Open. Kemenangan ini merupakan yang pertama bagi Indonesia setelah 23 tahun, sejak Angelique Widjaja meraihnya pada tahun 2002. Pencapaian ini menjadi kebanggaan sekaligus kejutan manis bagi Janice dan seluruh penggemar tenis di tanah air.
Lebih jauh, Janice Tjen juga menargetkan untuk mendekati atau bahkan melampaui rekor petenis legendaris Indonesia, Yayuk Basuki. Yayuk Basuki pernah mencapai peringkat 19 dunia, sebuah standar yang ingin dicapai oleh Janice. "Harus percaya diri ya. Target pribadi ku memang untuk menjadi yang terbaik," ujar Janice Tjen dengan penuh semangat.
Advertisement
Ia menyadari tantangan yang akan dihadapi, terutama dengan semakin mudahnya lawan mengakses video dan gaya permainannya. Namun, hal ini tidak menyurutkan tekadnya untuk terus berjuang. Janice Tjen berharap pencapaiannya dapat menginspirasi lebih banyak pemain Indonesia untuk tampil di level internasional.
Advertisement
Pengalaman Berharga di US Open dan Kunci Konsistensi
Selain gelar WTA, Janice Tjen juga mencatat pengalaman berharga dengan menjadi wakil Indonesia pertama di babak utama US Open sejak Angelique Widjaja pada tahun 2004. Turnamen Grand Slam tersebut menjadi momen tak terlupakan baginya. Ia merasakan atmosfer kompetisi yang luar biasa di salah satu panggung tenis terbesar dunia.
Janice Tjen mengakui adanya ketegangan saat bermain di stadion utama US Open, terutama ketika menghadapi pemain seperti Emma Raducanu. "Ada nervous-nya karena lawannya punya banyak fans, tapi aku tetap enjoy bermain di lapangan besar seperti itu," katanya. Pengalaman ini membentuk mentalnya untuk menghadapi tekanan di pertandingan besar.
Mengenai tekanan yang tak terhindarkan dalam dunia tenis profesional, Janice Tjen menekankan pentingnya menjaga konsistensi. Ia percaya pada proses latihan dan kerja keras yang telah dilakukannya. "Tetap percaya pada kerja yang sudah dilakukan," tegas Janice, "Walau capek atau belum menang, tetap konsisten karena kerja keras pasti membuahkan hasil."
Advertisement
Filosofi ini menjadi pegangan utama bagi Janice Tjen dalam menghadapi setiap tantangan di lapangan. Dengan mentalitas yang kuat dan dedikasi yang tinggi, ia siap untuk terus berjuang. Janice Tjen berharap bisa terus memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Indonesia di kancah tenis internasional.
Sumber: AntaraNews