'Jangan Menghakimi yang Belum Ada, Jangan-Jangan Nanti Anda Lebih Suka dengan Sejarah Ini'
Awalnya, Fadli Zon menargetkan penulisan ulang sejarah rampung pada Agustus 2025 mendatang. Untuk selanjutnya akan dilakukan uji publik.
Polemik penulisan ulang sejarah yang dilakukan Kementerian Kebudayaan terus bergulir. Bahkan, saat rapat bareng Komisi X, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dicecar anggota dewan terkait teknis penulisan ulang sejarah tersebut.
Awalnya, Fadli Zon menargetkan penulisan ulang sejarah rampung pada Agustus 2025 mendatang. Untuk selanjutnya akan dilakukan uji publik.
"Selesainya nanti bulan Agustus (2025). Tapi kita akan ada uji publik," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Namun, saat ditanya kembali usai mengikuti rapat bareng Komisi X soal target rampung penulisan, Fadli Zon jawab begini,"Ya ini kan lihat dulu makanya. Jangan menghakimi apa yang belum ada. Jangan-jangan nanti anda lebih suka dengan sejarah ini," ujar Fadli kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/7).
Terkait usulan Anggota Komisi X Fraksi PKB Habib Syarief Muhammad agar menunda program tersebut, Fadli menjawab lugas.
"Enggak (tidak bakal ditunda)," tuturnya.
"Kita akan melakukan uji publik. Jadi kita akan melakukan uji publik terhadap apa yang ditulis."
Fadli menjelaskan uji publik bertujuan untuk mendapatkan masukan dari sejumlah pihak.
"Untuk mendapatkan masukan tentu. Untuk Mendapatkan masukan-masukan Dari berbagai pemangku kepentingan sejarah. Termasuk melibatkan perguruan tinggi," katanya.
Tak Ada Yang Disembunyikan
Fadli Zon mengklaim tidak ada yang disembunyikan dalam penulisan ulang sejarah. Pun, ia memastikan juga melibatkan para arkeolog.
"Ya pastilah, arkelog. Semua pemangku kepentingan lah sejarah dalam hal ini. Jadi nggak ada yang disembunyikan kok. Semuanya terbuka, transparan. Tapi kalau anda lagi menulis, Misalnya anda wartawan nih lagi nulis, Masa belum selesai langsung tiba-tiba langsung dihakimi? Gimana tulisannya belum selesai? Baru satu paragraf gitu terus langsung dihakimi," tuturnya.
"Tunggu dulu dong selesai tulisannya Baru tulisan itu disajikan. Gitu lho," sambungnya.
Saat ditanya apakah ada kemungkinan revisi setelah mendapatkan masukan saat uji publik, Fadli Zon mengamininya.
"Ya namanya masukan kan? Apa yang tidak bisa dilakukan? Bisa saja direvisi Dan masukannya bisa diinput kan?"
Sementara itu, Fadli Zon menegaskan maksud dari target rampung penulisan ulang sejarah di Bulan Agustus 2025 mendatang.
"Kan itu yang namanya target. Ini kan kita ingin Ada satu yang menjadi satu tonggak. Kita ini 80 tahun Indonesia Merdeka Dan baru ada lagi yang namanya Direktorat Sejarah. Saya tuh melihat bahwa kita ini kan membutuhkan sejarah kan? Supaya anak cucu kita tahu sejarah kan? Masa kita enggak boleh bikin menulis buku sejarah?"