Jakarta Raih Predikat Aman, Gubernur Pramono Anung Tetap Waspadai Premanisme Jakarta

Meskipun Jakarta dinobatkan sebagai kota teraman kedua di ASEAN, Gubernur Pramono Anung menyoroti masih maraknya praktik Premanisme Jakarta, terutama kasus pemalakan pedagang kecil.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jakarta Raih Predikat Aman, Gubernur Pramono Anung Tetap Waspadai Premanisme Jakarta
Meskipun Jakarta dinobatkan sebagai kota teraman kedua di ASEAN, Gubernur Pramono Anung menyoroti masih maraknya praktik Premanisme Jakarta, terutama kasus pemalakan pedagang kecil. (AntaraNews)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyoroti masih adanya praktik premanisme di ibu kota, meskipun Jakarta berhasil meraih predikat sebagai kota teraman kedua di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) menurut Global Residence Index edisi 2026. Pernyataan ini disampaikan Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/4), menyusul insiden pemalakan yang viral di media sosial.

Pramono menegaskan bahwa predikat kota aman yang disematkan kepada Jakarta bukanlah klaim sepihak dari pemerintah, melainkan hasil survei dunia yang kredibel. Namun, ia mengakui bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah terhadap persoalan nyata di lapangan, khususnya yang menyasar masyarakat kecil.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian serius adalah aksi pemalakan terhadap seorang pedagang bakso di kawasan Tanah Abang, yang barang dagangannya bahkan dirusak. Kejadian ini, yang videonya sempat viral di media sosial pada Jumat (9/4), menjadi pengingat bahwa rasa aman warga adalah indikator utama keamanan kota.

Jakarta telah mencatatkan prestasi membanggakan dengan menduduki peringkat kedua sebagai kota teraman di Asia Tenggara berdasarkan Global Residence Index 2026. Prestasi ini menempatkan Jakarta di atas kota-kota besar lain seperti Bangkok dan Kuala Lumpur, menunjukkan peningkatan signifikan dalam persepsi dan metrik keamanan.

Meskipun demikian, Gubernur Pramono Anung mengingatkan bahwa predikat tersebut tidak serta-merta menghilangkan tantangan keamanan yang masih ada. Ia menekankan pentingnya tidak terlena dengan capaian ini, terutama terkait insiden premanisme yang masih terjadi.

Kasus pemalakan pedagang bakso di Tanah Abang menjadi bukti nyata bahwa ancaman keamanan masih mengintai masyarakat, khususnya mereka yang rentan. Peristiwa ini menyoroti kesenjangan antara data survei dan pengalaman langsung warga dalam merasakan keamanan sehari-hari.

Pramono menyatakan bahwa pemerintah harus tetap fokus pada upaya menjaga keamanan di tingkat akar rumput, memastikan setiap warga, termasuk pedagang kecil, merasa terlindungi. Komitmen ini menjadi krusial untuk mempertahankan dan meningkatkan predikat keamanan Jakarta.

Menanggapi insiden pemalakan di Tanah Abang, Gubernur Pramono Anung segera mengambil langkah tegas dan cepat. Ia langsung menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertindak.

Pelaku yang tidak hanya memalak tetapi juga merusak mangkuk-mangkuk dagangan korban berhasil diamankan dan ditahan. “Saya pada saat itu juga langsung menelepon Kepala Dinas Satpol PP untuk mengambil tindakan dan apa yang memalak, yang memecahkan mangkok-mangkoknya langsung ditangkap dan ditahan,” jelas Pramono.

Langkah sigap ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam merespons setiap laporan masyarakat secara cepat. Pramono memastikan tidak ada toleransi terhadap tindakan premanisme dalam bentuk apa pun.

Penindakan tegas terhadap pelaku premanisme ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan menegaskan kehadiran pemerintah dalam melindungi warganya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji untuk terus memperkuat pengawasan di titik-titik rawan.

Jakarta sebagai kota metropolitan memiliki dinamika sosial yang kompleks dengan populasi lebih dari 11 juta jiwa, bahkan mencapai hampir 42 juta jiwa jika dihitung dengan wilayah aglomerasi. Kondisi ini menciptakan potensi gangguan keamanan yang beragam.

Pramono menjelaskan bahwa dengan kondisi tersebut, potensi gangguan keamanan tetap ada, namun yang terpenting adalah bagaimana pemerintah mampu hadir dan memberikan solusi cepat. Ia menegaskan, “Yang seperti itu tentunya segera kami tindak dengan tegas.”

Gubernur juga menekankan bahwa upaya menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan peran serta aktif dari masyarakat. Kolaborasi ini penting dalam melaporkan setiap kejadian yang meresahkan.

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Jakarta tidak hanya unggul dalam peringkat survei, tetapi juga benar-benar menjadi kota yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya. Pemerintah berkomitmen meningkatkan respons aparat terhadap laporan warga, guna memastikan keamanan merata hingga sektor informal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi