Isra Miraj: Momentum KemenPPPA dan Kemenag Perkuat Generasi Berakhlak Mulia

Peringatan Isra Miraj menjadi sorotan sebagai momentum penting bagi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkuat generasi berakhlak mulia, membentengi keluarga dari pengaruh negatif.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Isra Miraj: Momentum KemenPPPA dan Kemenag Perkuat Generasi Berakhlak Mulia
Peringatan Isra Miraj menjadi sorotan sebagai momentum penting bagi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkuat generasi berakhlak mulia, membentengi keluarga dari pengaruh negatif. (AntaraNews)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan bahwa peringatan Isra Miraj menjadi momentum krusial untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan keluarga serta masyarakat. Fokus utama dari penguatan ini adalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, yang dianggap sebagai pilar dalam membentuk karakter bangsa.

Pernyataan ini disampaikan Arifah Fauzi saat menghadiri peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Minggu (18/1). Ia menekankan bahwa peristiwa Isra Miraj mengajarkan tentang kekuatan spiritual sebagai fondasi utama dalam kehidupan.

Menurut Menteri Arifah Fauzi, perempuan yang beriman dan berakhlakul karimah memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak dan generasi masa depan bangsa. Penguatan spiritual di dalam keluarga juga menjadi benteng utama dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai pengaruh negatif, termasuk di era digital yang penuh dinamika.

Menteri KemenPPPA Arifah Fauzi menegaskan bahwa perempuan, terutama ibu, merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Peran ini sangat vital dalam menanamkan nilai agama, keteladanan, serta akhlak sejak dini.

Pendidikan awal yang diberikan oleh ibu akan menjadi bekal penting bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Nilai-nilai ini berfungsi sebagai fondasi moral yang kuat di tengah arus informasi dan budaya yang beragam.

Oleh karena itu, penguatan spiritual di lingkungan keluarga menjadi kunci utama dalam melindungi perempuan dan anak. Hal ini berfungsi sebagai benteng dari berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak moral dan etika, memastikan tumbuh kembang anak yang positif.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa peristiwa Isra Miraj bukan hanya perjalanan fisik Nabi Muhammad, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam. Peristiwa ini mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

Menurut Menteri Nasaruddin Umar, setelah mencapai puncak spiritual dalam Miraj, Rasulullah kembali ke tengah masyarakat. Hal ini mengajarkan bahwa spiritualitas sejati tercermin dari akhlak dan pengabdian sosial.

Penguatan iman dan spiritualitas akan melahirkan pribadi-pribadi yang berakhlak, beradab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam tindakan nyata untuk kemaslahatan bersama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi