Ini penyebab anak bomber Mapolrestabes Surabaya selamat dari maut

Selasa, 15 Mei 2018 15:39 Reporter : Darmadi Sasongko
Bom Polrestabes Surabaya. ©Istimewa

Merdeka.com - AIS (8) selamat dari ledakkan aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, karena tubuhnya tidak terlilit bahan peledak. Saat bom yang dibawa oleh kedua orang tuanya meledak, tubuh terpental hingga tiga meter ke atas.

"Yang di Polrestabes anak kecil yang selamat itu nggak ada (peledak). Terus kemudian diangkat oleh anggota. Kalau itu ada, terus kemudian meledak, Kasat Narkoba saya turut habis itu," kata Irjen Machfud Arifin, Kapolda Jawa Timur, Selasa (15/5).

"Heroiknya, anggota langsung meyelamatkan. Orang tuanya tidak memberikan jaket yang berisi bom," tambahnya menegasnya.

Kondisi ini berbeda dengan dua anak dalam aksi serupa di GKI jalan Diponegoro. Tubuh dua anak tersebut ikut meledak bersama ibunya.

Sebelumnya, Kapolri, Jenderal Tito Karnavian dalam keterangannya mengatakan, pelaku bom bunuh diri Puji Kuswati, berjalan bersama dua anaknya Fadila dan Pamela memasuki GKI di Jalan Diponegoro setelah diturunkan sang ayah. Sempat dihalangi satpam gereja, akhirnya bom meledak.

Puji yang memakai cadar tidak hanya melilitkan bom di dalam perutnya, tapi juga kepada dua anak perempuannya. Jenis bom ini membuat bagian perut terduga pelaku tidak utuh.

"Sementara bagian atas tubuh dan bagian kaki, relatif masih utuh," kata Tito di RS Bhayangkara Polda Jatim, Minggu (13/5). [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini