Ingin lunasi utang, alasan bos First Travel ajukan penangguhan penahanan

Rabu, 25 Oktober 2017 17:09 Reporter : Nur Habibie
tersangka penipuan first travel. ©2017 istimewa

Merdeka.com - PT First Anugerah Karya Wisata akan melakukan pertemuan dengan para kreditur pada Senin (30/10) mendatang. Pertemuan itu pada intinya untuk membahas janji First Travel untuk melunasi utang sebagaimana hasil sidang Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), Selasa (22/8) lalu.

Kuasa hukum First Travel, Putra Kurniadi mengatakan, jika pertemuan antara First Travel dengan beberapa perwakilan jemaah umroh sebelumnya terjadi pada Senin (23/10) kemarin. Dalam pertemuan itu, pihak First Travel menghadirkan proposal pembayaran utang.

"Kemarin ada proposal ada empat poin. Ini proposal kemarin tanggal 23 Oktober. Jadi kami melampirkan juga empat pernyataan," kata Putra di Jakarta, Rabu (25/10).

Beberapa point itu pertama yakni First Travel bertanggungjawab penuh atas keberangkatan dan kepulangan seluruh jemaah umroh. Kedua berisi tentang penambahan modal perusahaan yang bernama lengkap PT First Anugerah Karya Wisata.

Yang ketiga, berisi tentang tanggung jawab First Travel atas pemberangkatan dan refund calon jemaah umroh. Dan yang terakhir berisi pengakuan utang. Andika Surachman sebagai pemilik First Travel mengaku dan bertanggungjawab atas seluruh utang yang diajukan kreditur kepada tim pengurus.

Lebih lanjut, Putra menuturkan bahwa upaya adanya penambahan modal itu guna untuk menutupi biaya memberangkatkan jemaah umroh ataupun untuk mengembalikan uang para calon jemaah umroh. "Jadi akan mencari pinjaman modal dan kemudian mencari investor. Iya (untuk melunasi utang)," tuturnya.

Keseluruhan total utang dari First Travel sendiri mencapai Rp 1 triliun dengan rincian utang yakni kepada 59.801 jemaah sebesar Rp 934,49 miliar. Hanya saja, Putra mengaku, ada persoalan dalam hal teknis. Karena pada pertemuan Selasa kemarin, pihak kreditur ingin First Travel memperbaiki sisi teknis.

"Pihak kreditur ingin perlu ada perbaikan lagi. Perbaikan tentang teknis ya. Keberangkatan seperti apa. Kuotanya berapa. Cuma kami kan kuasa hukum tidak mendalami sampai kesana," ujarnya.

Dengan adanya hal itu, Putra berharap agar bos First Travel Andhika Surachman bisa ditangguhkan penahanannya. Karena saat ini Andhika bersama dengan Anniesa Hasibuan dan Kiki Hasibuan sedang mendekam di rumah tahanan Polda Metro Jaya menjadi tahanan Bareskrim Polri.

"Nah makanya kami menyurati Bareskrim untuk menghadirkan Pak Andhika dalam pertemuan 30 Oktober," harapnya.

Namun, sampai saat ini pihak Bareskrim belum adanya respon. Menurutnya, penangguhan penahanan terhadap Andhika itu merupakan hal penting, karena bisa dapat melunasi utang-utang dari First Travel.

"Yang pasti sudah kita surati kemarin. Secara lisan juga kita sudah ajukan. Belum ada tanggapan," tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum First Travel lainnya yaitu Deski, sangat percaya jika utang-utang yang dimiliki oleh First Travel bisa dapat terbayar. Karena kliennya itu berkomitmen untuk bisa memberangkatkan jemaah pergi umroh.

"Harus bisa. Kasih mereka kesempatan untuk memberangkatkan jemaah, sekarang dipidana apa yang didapat. Akhirnya kalau mereka ditangkap, perdata udah enggak bisa, ngapain mereka ngeberangkatin, orang ditahan," ujar Deski.

Diketahui, putusan sidang PKPU di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Selasa (22/8) lalu menyatakan, jika First Travel telah berutang kepada jemaah. Pasalnya, mereka belum bisa untuk memberangkatkan umroh ribuan jemaah yang sudah membayar secara lunas seluruh biaya umroh.

Dalam putusan tersebut bahwa mewajibkan First Travel untuk menawarkan proposal perdamaian kepada para jemaah. Dengan menawarkan umroh atau menawarkan penggantian uang kepada jemaah. Jika dalam 270 proposal tidak disetujui, First Travel akan dipailitkan. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. First Travel
  2. Jakarta
  3. Penipuan Umrah
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.