Ingin Kebal Bacok, Bocah MTs di Klaten Curi Uang Ayah Buat Beli Akik

Rabu, 8 Mei 2019 00:03 Reporter : Arie Sunaryo
Ingin Kebal Bacok, Bocah MTs di Klaten Curi Uang Ayah Buat Beli Akik Ilustrasi ilmu kebal. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Bocah 12 tahun, Rico Fauzan Alvianto nekat mencuri uang ayahnya, Hartana alias Kancil sampai 20 kali. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli akik yang diyakini bisa membuat kebal kepada Ki Prana.

Dengan akik tersebut, Rico, warga Desa Bugisan RT 01 RW 01, Kecamatan Prambanan yang masih duduk di kelas 2 MTs di Klaten itu dijanjikan tubuhnya akan kebal atau tahan bacok. Agar selalu mendapatkan keselamatan, Ki Pranab (25) yang bernama asli Agung Suseno itu juga meminta Rico untuk membeli sejumlah minyak.

Seiring berjalannya waktu, bukan kekebalan yang didapat, uang Rico justru digerogoti Ki Prana hingga belasan juta rupiah. Tak hanya Rico yang menjadi korban, sejumlah siswa lainnya pun kehilangan uang hingga sekitar Rp 15 juta.

Informasi yang dihimpun dari Kepolisian menyebutkan, perbuatan Agung alias Ki Prana terbongkar setelah Hartana (40) yang juga ayah korban melapor ke Polsek Prambanan, 21 April lalu. Hartana merasa curiga, uang miliknya hilang hingga 20 kali. Rata-rata setiap hilang mencapai Rp 1 juta.

Pada hari Sabtu (20/5), bertempat di rumah, Hartana menemui anaknya Rico. Ia memintanya untuk berkata jujur, apakah benar telah mengambil uang. Kemudian Rico pun mengakui telah mengambil uang tersebut dan digunakan membeli akik di tempat tersangka Agung Suseno (25) yang mengaku sebagai orang pintar bernama Ki Prana.

"Jadi cincin atau akik ini katanya bisa tahan bacok dan keselamatan. Rico juga diwajibkan membeli minyak, kalau tidak dibeli nyawa korban terancam," ujar Kanit Reskrim Polsek Prambanan Aiptu Umar Bashori, Selasa (7/5).

Selain mengancam nyawa, tersangka juga dilarang bercerita ke orang tuanya.
Usai mendapatkan keterangan anaknya, perbuatan tersangka dilaporkan ke Polsek Prambanan, Klaten.

"Setelah mendapat laporan, selanjutnya Unit Reskrim Polsek Prambanan berhasil melakukan penangkapan tersangka di kontrakannya, Dukuh Tlogo Kidul, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan," katanya.

Saat pemeriksaan, lanjut Umar, tersangka mengakui perbuatannya tersebut. Tersangka juga menerangkan jika ada korban lainnya, yang rata-rata merupakan kelas 3 SMP.

"Korban lainnya kurang lebih ada 15 orang, dengan kerugian rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 15 juta.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya 1 bendel rekening koran BRI, akik warna putih mani gajah, botol minyak akik, akik kecubung yang pecah, keris dan cepuk berisi akik dan keris.

"Atas perbuatannya tersebut, Agung akan kita keraton Pasal 368 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tentang tidak pidana pemerasan dan penipuan," pungkas Umar. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini