Indonesia Kuasai 80% Pasar Dunia, Inovasi Gambir Andalas Hasilkan Tinta Pemilu hingga Sampo Anti Ketombe

Universitas Andalas (UNAND) memimpin Inovasi Gambir di Indonesia dengan mengembangkan beragam produk hilir, termasuk tinta pemilu 2024 dan sampo anti ketombe, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok gambir terbesar dunia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Indonesia Kuasai 80% Pasar Dunia, Inovasi Gambir Andalas Hasilkan Tinta Pemilu hingga Sampo Anti Ketombe
UNAND serius menjadi pusat Hilirisasi Gambir nasional, mengingat 80% pasokan dunia berasal dari Sumbar. Inovasi tinta Pemilu 2024 dan sampo antiketombe dari gambir bukti komitmen ini. (Merdeka.com)

Universitas Andalas (UNAND) di Sumatera Barat secara resmi mengumumkan komitmennya untuk menjadi pusat riset dan inovasi gambir terkemuka di Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan untuk mengembangkan produk hilir dari komoditas ekspor penting ini, yang banyak digunakan dalam industri tanin dan pewarna global.

Rektor UNAND, Efa Yonnedi, menegaskan ambisi tersebut dalam acara wisuda keempat universitas di Padang pada Minggu (21/9). "Kami berkomitmen untuk mengembangkan pusat keunggulan nasional untuk penelitian gambir," ujarnya, menggarisbawahi peran penting UNAND dalam memajukan sektor ini.

Inisiatif ini sangat relevan mengingat Indonesia memasok 80-90 persen gambir dunia, dengan sebagian besar berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Tanah Datar di Sumatera Barat. UNAND berupaya memanfaatkan dominasi pasar ini melalui penelitian dan komersialisasi yang lebih luas.

Peran Strategis UNAND dalam Hilirisasi Gambir Nasional

Indonesia memegang peranan krusial dalam pasar gambir global, dengan sebagian besar pasokan dunia berasal dari wilayah Sumatera Barat. Universitas Andalas (UNAND) melihat potensi besar ini dan bertekad untuk tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga pemimpin dalam inovasi dan hilirisasi produk gambir.

Komitmen UNAND untuk mengembangkan pusat keunggulan nasional dalam penelitian gambir merupakan langkah proaktif. Melalui upaya ini, UNAND berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas gambir, yang pada akhirnya akan memberikan dampak ekonomi positif bagi petani dan daerah.

Hingga saat ini, UNAND telah mengantongi 65 paten terkait gambir, menunjukkan kapasitas inovasi yang kuat. Jumlah paten ini tidak hanya mencerminkan keunggulan penelitian universitas, tetapi juga potensi besar gambir untuk diproses menjadi berbagai produk bernilai tinggi.

Dari Tinta Pemilu hingga Sampo Anti Ketombe: Produk Inovatif Gambir

Penelitian di UNAND telah menghasilkan sejumlah produk hilir berbasis gambir yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar. Salah satu pencapaian signifikan adalah produksi tinta merah-putih yang digunakan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Indonesia.

UNAND berhasil memasok sekitar satu juta botol tinta pemilu tersebut ke berbagai tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh negeri. Keberhasilan ini menunjukkan kapabilitas universitas dalam mengaplikasikan hasil riset untuk kebutuhan nasional yang berskala besar.

Selain tinta pemilu, inovasi lain yang menarik adalah sampo anti ketombe yang berasal dari ekstrak gambir. Produk ini tidak hanya berhasil dikembangkan, tetapi juga telah memasuki pasar komersial, membuktikan potensi gambir dalam industri perawatan pribadi.

Dukungan Pemerintah untuk Penguatan Industri Gambir

Pentingnya hilirisasi gambir juga mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam kuliah umum di UNAND pada 16 September, mendesak Gubernur Sumatera Barat dan para pemimpin daerah untuk mempercepat hilirisasi gambir.

Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga gambir yang kerap berfluktuasi di pasar internasional, sehingga kesejahteraan petani gambir dapat terjaga. "Ini adalah langkah konkret untuk memperkuat sektor hilir dan meningkatkan mata pencarian petani," kata Menteri Sulaiman.

Kementerian Pertanian bahkan berencana membangun pabrik pengolahan gambir di Sumatera Barat. Fasilitas ini bertujuan untuk menambah nilai pada gambir mentah dan memberikan dukungan langsung kepada petani lokal, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada penjualan bahan baku.

Menteri Amran juga mendorong Gubernur dan pejabat Kabupaten Limapuluh Kota untuk melakukan kunjungan studi ke Tiongkok. Kunjungan ini diharapkan dapat membantu mempelajari teknologi pengolahan kelas dunia yang dapat diterapkan di Indonesia, guna meningkatkan efisiensi dan kualitas produk gambir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi