Indonesia dan Brasil Dorong TFFF: Skema Pembiayaan Inovatif Jaga Hutan Tropis Dunia
Indonesia dan Brasil bersinergi mendorong Tropical Forest Forever Facility (TFFF) sebagai solusi pembiayaan inovatif untuk melestarikan hutan tropis global dan keanekaragaman hayati. Apa peran skema ini dalam mengatasi kesenjangan pendanaan iklim?
Indonesia dan Brasil secara aktif menegaskan kembali pentingnya inisiatif Tropical Forest Forever Facility (TFFF). Inisiatif ini merupakan skema pembiayaan inovatif yang dirancang khusus untuk menjaga kelestarian hutan tropis dunia.
Pemerintah Indonesia melalui Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Ida Bagus Made Bimantara, bersama pemerintah Brasil dan dukungan UNDP Indonesia, menjadi motor penggerak utama. Mereka berkolaborasi dalam upaya global ini.
Penegasan dukungan ini disampaikan dalam lokakarya regional yang diadakan di Jakarta pada Senin (20/10). Lokakarya tersebut juga menjadi langkah penting dalam persiapan peluncuran resmi TFFF pada Leaders’ Summit COP30 di Belem, Brasil, pada November 2025.
Pentingnya TFFF untuk Iklim Global dan Keanekaragaman Hayati
Hutan tropis memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas iklim global dan melestarikan keanekaragaman hayati yang melimpah. Namun, upaya konservasi seringkali terkendala oleh kesenjangan pendanaan yang signifikan.
Direktur Kerja Sama Eksternal ASEAN Kemlu RI, Ida Bagus Made Bimantara, menyatakan bahwa “Tropical Forest Forever Facility” (TFFF) menghadirkan kerangka kerja pembiayaan inovatif. Kerangka ini dirancang untuk secara efektif mengatasi kesenjangan pendanaan iklim yang ada.
“Dukungan terhadap inisiatif seperti ini sangat penting agar hutan tropis tetap lestari dan terus berkontribusi pada stabilitas iklim global serta pelestarian keanekaragaman hayati,” ujar Bimantara. Pernyataan ini disampaikan dalam lokakarya regional di Jakarta, yang melibatkan negara-negara anggota ASEAN dan para pemangku kepentingan.
Lokakarya tersebut merupakan tahapan penting untuk memperkuat kerja sama multilateral. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun momentum jelang peluncuran resmi TFFF yang akan datang.
Komitmen Brasil dan Dukungan Internasional terhadap TFFF
Duta Besar Brasil untuk ASEAN, Henrique Ferraro, menyampaikan bahwa inisiatif TFFF sangat selaras dengan aspirasi negara-negara ASEAN. Aspirasi tersebut meliputi pencapaian pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif menuju masa depan emisi karbon netral.
Ferraro juga mengumumkan komitmen finansial yang signifikan dari negaranya. Ia mengatakan bahwa di sela-sela Sidang Umum PBB bulan lalu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva telah mengumumkan kontribusi sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,5 triliun) untuk TFFF.
“Hal ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah Brasil, baik sebagai penerima manfaat maupun negara donor yang berinvestasi dalam TFFF,” ujar Ferraro, menegaskan peran ganda Brasil dalam inisiatif ini.
Perwakilan Tetap UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella, menambahkan bahwa TFFF merupakan contoh nyata bagaimana negara-negara di kawasan Global South merancang solusi. Solusi ini ditujukan untuk menjawab tantangan bersama yang mereka hadapi.
“Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, memiliki peran penting dalam membentuk kerangka inovatif ini agar pendanaan iklim dan kehutanan dikelola secara transparan, menjangkau masyarakat lokal, serta mendorong pembangunan manusia dan pembangunan berkelanjutan,” kata Olivella. UNDP sendiri siap mendukung negara-negara dalam memperkuat sistem tata kelola dan kapasitas kelembagaan yang diperlukan.
Mekanisme dan Manfaat TFFF bagi Negara Tropis
TFFF diprakarsai oleh Brasil dan dirancang bersama negara-negara tropis serta lima negara sponsor, dengan dukungan dari masyarakat sipil, masyarakat adat, dan sektor swasta. Negara-negara tropis yang terlibat antara lain Indonesia, Malaysia, Kolombia, Republik Demokratis Kongo, dan Ghana.
Sementara itu, lima negara sponsor yang mendukung inisiatif ini adalah Prancis, Jerman, Norwegia, Uni Emirat Arab, dan Inggris. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen global terhadap konservasi hutan tropis.
Mekanisme TFFF akan memberikan insentif jangka panjang dan berkesinambungan bagi negara-negara yang memiliki hutan tropis. Insentif ini memastikan bahwa sumber daya yang signifikan dapat menjangkau pihak-pihak yang secara langsung melindungi dan memulihkan hutan di lapangan.
Secara khusus, TFFF berfokus pada penyaluran manfaat kepada masyarakat adat dan komunitas lokal. Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati di wilayah mereka.
Sumber: AntaraNews