Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Ika Untirta) diminta mengambil peran strategis. Mereka didorong menjadi agen perubahan untuk memajukan bangsa Indonesia. Permintaan ini disampaikan di tengah momentum peluang emas bonus demografi.
Ketua Umum Ika Untirta, Lamhot Sinaga, yang juga Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, menyampaikan hal ini. Pernyataan tersebut disampaikannya saat pelantikan Pengurus Wilayah IKA Untirta Provinsi Lampung pada 7 September. Acara penting ini berlangsung di Lampung dan dihadiri berbagai tokoh.
Lamhot Sinaga menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinamis dan peran vital generasi muda. Ia menekankan kontribusi strategis dari seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
Advertisement
Advertisement
Stabilitas Ekonomi Nasional dan Peluang Bonus Demografi
Lamhot Sinaga mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen. Angka ini dicapai di tengah fluktuasi global yang sangat dinamis. Pencapaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi bangsa.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kinerja ekonomi Indonesia relatif stabil. Hal ini dibandingkan dengan sejumlah negara mitra dagang utama. Sektor industri pengolahan, pertanian, konstruksi, serta informasi dan komunikasi menjadi kontributor utama.
"Pertumbuhan ini tidak semata digerakkan oleh pengadaan barang dan jasa pemerintah, tetapi juga karena sektor riil bergerak tumbuh sehat," ujar Lamhot. Ia menambahkan bahwa industri manufaktur menjadi motor utama penopang ketahanan ekonomi. Sektor ini menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Advertisement
Indonesia saat ini sedang berada pada fase bonus demografi. Sekitar 70 persen populasi tergolong usia produktif (15-64 tahun). Kondisi ini diperkirakan mencapai puncaknya antara tahun 2030 hingga 2040.
Advertisement
Strategi Pemanfaatan Bonus Demografi oleh Ika Untirta
Lamhot Sinaga menegaskan bahwa bonus demografi merupakan peluang emas yang tidak datang dua kali. Peluang ini harus dikelola dengan strategi matang agar tidak menjadi beban. Kunci utamanya terletak pada beberapa aspek krusial.
"Kuncinya ada pada penyediaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan investasi pada pendidikan serta kesehatan generasi muda," kata Lamhot. Ia juga mengingatkan pentingnya partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Kalangan intelektual dan alumni perguruan tinggi, termasuk Ika Untirta, diharapkan berkontribusi nyata. Kontribusi dapat berupa gagasan, karya, maupun jejaring strategis. Tujuannya adalah membantu pemerintah menyongsong Indonesia Emas 2045.
Advertisement
Beberapa bidang kontribusi yang disarankan meliputi inovasi teknologi dan digitalisasi industri. Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan juga penting. Kolaborasi riset-industri serta pemberdayaan UMKM juga menjadi fokus.
Advertisement
Arah Kebijakan Ekonomi dan Kontribusi Alumni
Arah kebijakan ekonomi Indonesia dinilai sudah berada di jalur yang tepat. Namun, diperlukan konsistensi dalam mengawal hilirisasi industri. Peningkatan daya saing ekspor dan penguatan ketahanan energi juga menjadi prioritas.
Lamhot Sinaga optimis bahwa dengan langkah-langkah tersebut, bonus demografi akan menjadi modal pembangunan. "Dengan begitu, bonus demografi benar-benar akan menjadi modal pembangunan menuju Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia di 2045," tegasnya.
Dalam kesempatan pelantikan tersebut, Mohammad Hatta terpilih sebagai Ketua IKA Untirta Provinsi Lampung. Ia akan memimpin untuk masa bakti 2025-2030. Pelantikan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting.
Advertisement
Beberapa tokoh yang hadir antara lain Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, Wakil Gubernur Provinsi Lampung Jihan Nurlela, dan sejumlah Anggota DPR RI. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap peran Ika Untirta.
Sumber: AntaraNews