Ibu Ini Cari Mantu Prajurit TNI saat Massa Orasi Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK

Selasa, 18 Juni 2019 18:00 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Ibu Ini Cari Mantu Prajurit TNI saat Massa Orasi Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK Latihan prajuit TNI. ©2019 AFP Photo/CHAIDEER MAHYUDDIN

Merdeka.com - Massa aksi pada sidang kedua sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) berkumpul di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Para emak-emak yang juga turut mengawal sidang dengan berorasi. Tidak hanya itu para emak-emak pun sesekali bertegur sapa dengan para petugas yang mengamankan jalannya aksi.

Para petugas pun sesekali menyapa dengan ramah. Beberapa yang hilir mudik pun juga sempat menyapa mereka. Salah satunya warga Bogor bernama Rany yang menyapa para prajurit TNI Angkatan Udara yang tengah bertugas di kawasan Patung Kuda.

Rany yang juga dokter kecantikan, awalnya berniat akan ke kantor RRI di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat tetapi jalan tersebut tidak bisa dilalui. Karena itu dia bertanya kepada para TNI.

Beberapa kali bertanya dan berbincang, dia pun malah menawarkan anaknya. Beberapa kali dia menunjukan foto anak perempuannya yang berusia 28 tahun kepada para prajurit, salah satunya Prada dari kesatuan TNI AU, Gigih Wahyu Saputra. Anaknya kata dia adalah Ketua Hijaber se-Indonesia.

"Iya, niat banget cari mantu," kata Rany di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (18/6).

Dia pun mengaku tidak terlalu tertarik dengan TNI. Tapi lantaran anaknya masih sendiri, dia yakin jika jodoh bisa didekatkan dengan anggota TNI.

"Tertarik sih sekian persen, tapi kalau emang ada jodoh yang lain ya, itu kan akan yang milih. Kalau mau yang lain, mau gimana coba. Tapi dia terlalu sering sendirian, jadi mamanya khawatir," lanjut Rany.

Gigih yang ditawari oleh Rany pun mengaku tidak hanya kali ini ditawari menjadi mantu. Namun dia menanggapinya biasa. Namun untuk saat ini dia hanya mementingkan karir diusianya yang baru 20 tahun.

"Memang enggak satu dua kali ditawari kayak gitu. Jadinya saya juga terkesan ya biasa-biasa aja, ya mungkin gombal atau gimana," ungkap Gigih.

Namun sesekali beberapa yang dicalonkan pun sempat dia lihat melalui media sosial. Tetapi akhirnya akan jadi atau tidak dia belum tahu.

"Ya namanya manusia atau cowok, pasti stalking itu. Namanya juga penasaran cek-cek. Akhirnya poinnya bakal kena diakhir cerita itu. Bakal kena," ungkap Gigih sambil berseloroh. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini