IBL 2026 Bawa Angin Segar: Format Kandang-Tandang Tetap, Playoff 'Best of Five', dan Batas Gaji Pemain Asing Diterapkan!

Musim IBL 2026 akan hadir dengan format kandang-tandang yang dipertahankan, playoff 'best of five' baru, serta aturan ketat soal komposisi dan batas gaji pemain asing. Apa saja perubahan krusialnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
IBL 2026 Bawa Angin Segar: Format Kandang-Tandang Tetap, Playoff 'Best of Five', dan Batas Gaji Pemain Asing Diterapkan!
Musim IBL 2026 akan hadir dengan format kandang-tandang yang dipertahankan, playoff 'best of five' baru, serta aturan ketat soal komposisi dan batas gaji pemain asing. Apa saja perubahan krusialnya? (AntaraNews)

Indonesian Basketball League (IBL) 2026 siap menyuguhkan kompetisi yang lebih profesional dan menarik. Musim baru ini akan tetap mempertahankan format kandang-tandang yang telah sukses diterapkan sebelumnya.

Kompetisi IBL 2026 dijadwalkan bergulir mulai 10 Januari 2026 dan akan berlangsung selama enam bulan penuh. Sejumlah aturan baru yang krusial juga akan diterapkan untuk meningkatkan kualitas liga.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menjelaskan bahwa regulasi ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme dan tata kelola liga. Langkah ini juga untuk menjaga keseimbangan kompetisi di tengah perkembangan bola basket nasional yang pesat.

Format kandang-tandang (home and away) yang telah sukses diterapkan dalam dua musim terakhir akan kembali dipertahankan pada IBL 2026. Keputusan ini diambil setelah mendapat dukungan mayoritas dari klub-klub peserta liga.

Sistem ini dinilai berhasil menciptakan atmosfer pertandingan yang lebih hidup di berbagai kota di Indonesia. Selain itu, format ini juga memperkuat basis penggemar dan nilai ekonomi di setiap wilayah yang menjadi tuan rumah pertandingan IBL 2026.

Perubahan signifikan terjadi pada babak playoff, khususnya di semifinal dan final IBL 2026. Jika sebelumnya menggunakan sistem best of three, kini akan beralih ke format best of five.

Kebijakan ini berarti tim dengan peringkat lebih tinggi di musim reguler akan berhak memainkan lebih banyak laga kandang. Menurut Junas, hal ini memperkuat asas keadilan dan menjaga kualitas pengalaman pertandingan bagi penonton.

Untuk komposisi pemain, setiap klub IBL 2026 diperbolehkan mendaftarkan maksimal 14 pemain lokal. Selain itu, kuota pemain asing ditetapkan sebanyak tiga pemain.

Dari tiga pemain asing tersebut, satu di antaranya dapat digunakan untuk pemain heritage atau naturalisasi. Aturan ini memberikan fleksibilitas bagi klub dalam membangun skuad mereka.

Terkait pemain asing, dua dari tiga pemain tersebut memiliki batas tinggi badan maksimal 2 meter. Sementara itu, satu pemain asing lainnya bebas tanpa batasan tinggi badan. Ketiga pemain asing ini dapat dimainkan secara bersamaan di lapangan, menambah daya saing IBL 2026.

Bagi klub yang memiliki pemain heritage atau naturalisasi, mereka hanya diizinkan merekrut dua pemain asing. Namun, kedua pemain asing ini tetap dapat diturunkan secara bersamaan dalam pertandingan.

Selain itu, setiap klub wajib mendaftarkan minimal dua pemain di bawah usia 23 tahun. Pemain muda ini juga harus memiliki rata-rata waktu bermain sedikitnya lima menit per laga selama musim reguler, mendorong pengembangan talenta lokal.

Penyelenggara IBL 2026 juga memperkenalkan peraturan salary cap bagi pemain asing. Batas maksimum yang ditetapkan adalah 30.000 dolar AS per bulan, atau setara dengan sekitar Rp497 juta, berdasarkan nilai tukar pada 10 Oktober 2025.

Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan finansial klub dan meningkatkan daya saing kompetisi secara keseluruhan. Junas Miradiarsyah menegaskan, "Salary cap bukan hanya pembatas, tetapi mekanisme agar semua tim memiliki peluang yang sama untuk berkembang."

Pengawasan terhadap regulasi ini akan dilakukan oleh Governance & Compliance. Divisi ini dipimpin oleh mantan Managing Director FIBA, David Crocker, sebagai pihak independen untuk memastikan integritas IBL 2026.

Klub yang terbukti melanggar aturan akan dikenai sanksi yang bervariasi, mulai dari denda, pengurangan subsidi, hingga pengurangan poin. Tingkat sanksi akan disesuaikan dengan bobot pelanggaran yang dilakukan.

Dengan berbagai inovasi ini, IBL 2026 diharapkan menjadi tonggak baru bagi profesionalisme bola basket Indonesia. Melalui format dinamis, sistem finansial transparan, dan fokus pada pengembangan pemain lokal, liga ini bertekad terus maju.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi