Hutan Hujan Tropis Diakui UNESCO, Kini Kondisinya Nyaris Habis di Tangan Perambah
reanya seluas 7.000 hektare dirambah tangan-tangan tak bertanggung jawab.
Sejatinya kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Resort Suoh di Kabupaten Lampung Barat menjadi area yang sangat dijaga oleh negara terkhusus warga setempat. Sebab, tak semua daerah bahkan negara memiliki belantara nanda hijau yang memiliki kekhasan menjadi hutan hujan tropis.
Tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Kawasan yang dinobatkan UNESCO sebagai warisan dunia itu justru dalam kondisi memprihatinkan. Areanya seluas 7.000 hektare dirambah tangan-tangan tak bertanggung jawab. Sengaja dirusak demi kepentingan dirinya semata.
Padahal, untuk memasuki salah satu 'paru-paru' Indonesia itu harus memiliki izin. Dilarang keras ada pihak-pihak tak berkepentingan masuk apalagi melakukan aktivitas ilegal.
Entah bagaimana yang terjadi di lapangan. Nyatanya perambahan itu terjadi. Tak hanya membuat habitat hewan buas di sana terganggu. Tetapi memicu konflik lebih luas dengan empat ribuan penduduk yang bermukim di sana.
Suhanda, salah satu warga menceritakan. Perambahan yang terus terjadi jelas membuat mereka resah. Hewa buas yang tak lagi punya tempat aman kini berani memasuki area tempat tinggal mereka. Ketakutan, itulah yang perasaan yang dirasa kin.
"Kami minta untuk menertibkan yang sudah merambah di kawasan kami, kami akan setuju apa yang akan menjadi kebijakan pemerintah," kata Suhada.
Tamrin, warga Desa Sumber Agung juga mengeluhkan hal yang sama. Hidup mereka kini sangat tidak tenang.
"Karena bisa sewaktu-waktu hewan buas itu datang ke wilayah kami," ucapnya lirih.
Janji Gubernur Bentuk Satgas
Menanggapi keluhan warga di kawasan TNBBS, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani berjanji segera membentuk satgas.
"Nanti akan ada satgas dalam melakukan perbaikan hutan kawasan," katanya saat diwawancarai Senin (28/4).
Sebenarnya, kata dia, proses reboisasi kawasan TNBBS sudah pernah dilakukan apda 2011 lalu. Tetapi perambahan kembali terjadi.
"Kita akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Syukur-syukur kalau berkurang dan ikut dalam satgas nantinya. Jika sosialisasi tidak diindahkan maka akan kita tindak tegas," tegasnya.
Komandan Korem 043/ Garuda Hitam, Brigjen Rikas Hidayatullah juga berjanji memperbaiki hutan nasional milik dunia ini.
"Akan ada tindakan dan aksi ada sosialisasi menjaga kawasan hutan. Intinya kami minta bantuan masyarakat seperti satgas atau penjagaan. Yang paling penting bisa mendukung yang sudah manjadi strategis kita. Dan insyaallah dalam waktu dekat. Tni siap menbackup Untuk kegaiatan kedepan," ujarnya.
Hal senada disampaikan Kapolda Lampung, Irjen Pol Helmi Santika, dia meminta perambahan TNBBS disetop.
Hal itu dikatakan Helmi lantaran dalam dialog bersama dengan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal salah seorang warga Desa Srimulyo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.
“Kami juga sadar imbasnya. Kadang manusia menganggap bahwa untuk hidup, hanya memenuhi kebutuhan dasar tadi, hanya untuk hidup, hanya untuk makan. Betul tapi yang tidak boleh adalah atas alasan itu bahwa menganggu dan membuat keseimbangan alam menjadi terganggu,” kata Helmy.