Helmy Yahya sebut Pemerintah harus Belajar Gaya Komunikasi untuk Mulai The New Normal
Merdeka.com - Praktisi komunikasi dan pembawa acara sekaligus artis senior Helmy Yahya menilai pemerintah seharusnya menggunakan gaya bahasa yang baik dengan menyesuaikan kondisi dan heterogen masyarakat Indonesia, untuk memulai kebiasaan baru (the new normal).
Karena gaya komunikasi menjadi penting dalam menentukan pesan anjuran maupun aturan yang disampaikan pemerintah untuk dapat diterima dan kemudian dipatuhi masyarakat.
"Jadi gini ya, saya ingin mengatakan ini waktunya belajar bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia. Termasuk gaya komunikasi, pemerintah harus sadar majority (kebanyakan) masyarakat kita itu menengah kebawah. Nah tipsnya, pakai bahasa yang mudah dan sesuai masyarakat," ujar Helmy saat diskusi daring 'New Normal: Tatanan Hidup Covid-19', Senin (18/5)
Menurutnya, pemerintah harus memahami komunikasi bukan hanya sekedar konten maupun isi yang baik, tetapi bagaimana cara menyampaikan pesan yang mudah dipahami masyarakat.
"Dari penggunaan masker saja itu bisa dilihat jadi tingkat ukur kedisiplinan masyarakat, dan tidak sedikit yang ditegur petugas malah marah bahkan melawan. Ini artinya ada pesan yang belum tersampaikan dengan baik oleh pemerintah, bahkan mungkin masyarakat di daerah masih ada yang belum tahu PSBB itu apa," tuturnya.
"Problem selanjutnya adalah informasi yang kerap berubah-berubah dari atas sampai kepada masyarakat, saya bayangkan jika Polisi, Satpol PP yang berada dibawah bagaimana menjelaskan kepada masyarakat," sambungnya.
Sementara itu, Helmy mengakui pentingnya perhatian pada gaya komunikasi, termasuk pemilihan media komunikasi dalam menyampaikan informasi untuk membiasakan masyarakat terhadap kebiasaan baru.
"Seperti halnya pemilihan media itu sangat penting dalam gaya komunikasi. Semisal pada kebiasaan baru, Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Budaya) yang gunakan TVRI dan RRI untuk belajar dirumah sebagai pilihan yang tepat karena jangkauan yang begitu luas. Tetapi bagaimana dengan kaum milenial yang menggunakan medsos, jadi harus diperhatikan juga segmentasi pasar masyarakat," jelasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya