Hari-Hari Terakhir Jurnalis Juwita Sebelum Ditemukan Tewas Diduga Dibunuh Pacarnya Prajurit TNI AL

Juwita (25) ditemukan tak lagi bernyawa di tepi jalan di kawasan Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Hari-Hari Terakhir Jurnalis Juwita Sebelum Ditemukan Tewas Diduga Dibunuh Pacarnya Prajurit TNI AL
Hari-Hari Terakhir Jurnalis Juwita Sebelum Ditemukan Tewas Diduga Dibunuh Pacarnya Prajurit TNI AL (Merdeka.com)

Juwita (25) ditemukan tak lagi bernyawa. Tubuhnya tergeletak di tepi jalan di kawasan Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru pada Sabtu (22/3) siang.

Semula, wanita yang berprofesi sebagia jurnalis itu dikira mengalami kecelakaan tunggal. Sebab tepat di sampingnya ada sepeda motor miliknya.

Tetapi saksi yang merupakan warga setempat curiga. Sebab ada beberapa luka di leher wanita berkerudung itu. Temuan itu dilaporkan ke polisi.

Belakangan diketahui, Juwita korban pembunuhan. Pelaku adalah kekasihnya sendiri, prajurit TNI AL berpangkat Kelasi I dengan inisial J. Dia kini bertugas di Lanal Balikpapan. Pelaku sudah ditahan dan motif masih dalam penyelidikan.

Kabar kematian Juwita mengagetkan keluarga hingga teman kerjanya. Menurut Isur, redaktur media online setempat, tempat Juwita bekerja, tak ada tanda-tanda aneh sebelum kabar temuan jasadnya.

Isur membenarkan Juwita adalah anak buahnya. Tetapi, beberapa bulan terakhir dia sedang meminta izin untuk menjadi wartawan lepas atau kontributor karena harus menyelesaikan skripsi dan magang di BNN Banjarbaru. Karena itulah, dia meminta keterangan waktu kerja sehingga tidak harus standby di kantor.

"Dia minta keringanan jadi kontributor. Terakhir dia kirim berita tiga minggu lalu. Waktu itu dia kirim berita soal rilis Polda Kalsel terkait kasus narkoba dan berita dari BNN. Berita itu kita naikkan," kata Isur saat dihubungi merdeka.com, Kamis (27/3).

Pekan kemarin, Juwita kembali mengirimkan berita. Tetapi, Isur memilih tidak menaikkan berita karena ingin bertanya langsung kelanjutan kerja Juwita di kantornya. Mengingat skripsi dan magangnya sudah selesai.

Juwita sempat mempertanyakan berita yang dia kirim. Oleh Isur dijawab ingin ada pembicaraan lebih dulu soal kelanjutan kerja Juwita.

"Tak lama berselang, dapat kabar tanggal 22 Maret itu jasadny ditemukan," ujarnya.

Padahal, di hari H penemuan jasad Juwita, grup yang menaungi media mereka akan mengadakan kegiatan buka puasa bersama komunitas.

Pagi harinya, kata Isur, Juwita sempat menghubungi salah satu wartawan di media lainnya tetapi masih dalam grup perusahaan yang sama. Kepada temannya itu, Juwita menyatakan akan datang menghadiri buka puasa bersama dan menyatakan telah menyiapkan pakaian yang sangat bagus sekali untuk dipakai.

"Waktu dengar cerita itu, saya sempat kayak punya firasat. Dan ternyata benar sorenya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," katanya.

Dia hari yang sama, Juwita juga sempat chat dengan teman lainnya dan janjian nge-gym bersama. Saat mendekati waktu yang disepekati, ponsel Juwita mati dan tak bisa dihubungi.

"Lokasi penemuan mayatnya itu juga beda arah dengan tempat bukber juga tempat gym," kata Isur.

Setelah mendapatkan kabar dari rekannya, Isur kaget melihat foto mayat berwajah Juwita.

Selama ini, katanya, Juwita termasuk sosok tertutup. Dia tak terlalu banyak cerita dengan teman kerjanya selain yang benar-benar dekat. Bahkan, dia juga kaget mendengar kabar pelaku pembunuhan diduga kekasih Juwita yang berprofesi sebagai prajurit TNI AL. Meski memang, katanya di softcase ponsel Juwita terpasang fotonya dan seorang pria. Tetapi dia tak tahu apakah pria itulah yang membunuh Juwita. Namun kabar yangd dia dengar, Juwita memang akan menikah.

"Kami baru tau dia punya pacar TNI AL ya setelah kejadian ini. Pernah dulu dengar kabar kekasihnya TNI AU, tapi sudah putus. Ya sudah kita juga tidak terlalu mengurus masalah pribadi," ujarnya.

"Kabar akan menikah itu juga saya dengar, bahkan softcase HP0nya jejer foto mereka seperti pasfoto buat buku nikah," ujarnya.

Saat takziah di rumah korban, kata Isur, dia sempat mendengar kabar. Di hari kejadian, Juwita memang pamit keluar rumah sejak pagi. Menurut pengakuan keluarga, Juwita izin akan pergi ke daerah Guntung Payung, Kota Banjarbaru.'

"Tapi tidak dijelaskan kemananya. Dan lokasi itu dengan jarak mayat ditemukan jauh karena beda arah," katanya.

Kini, Isur dan teman-teman Juwita berharap kasus ini bisa segera diusut sampai tuntas. Dan pelaku Juwita mendapatkan hukuman setimpal.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Kristomei Sianturi menjelaskan, sampai saat pihaknya masih menunggu proses penyelidikan yang sedang dilakukan pihak Polisi Militer Angkatan Laut.

Mabes TNI belum bisa memberikan tanggapan terlalu jauh atas kasus pembunuhan tersebut.

Namun demikian, Kristomei mengaku sudah menerima beberapa informasi terkait kasus pembunuhan tersebut.

Di antaranya soal bukti bahwa korban adalah kekasih dari oknum TNI AL Kelasi J.

"Apakah betul Kelasi J itu adalah pelakunya? Karena ini sifatnya baru informasi dari pihak keluarga. Karena ternyata si kelasi J ini adalah pacar dari korban," kata Kristomei.

Rekomendasi