Hanya 15% Potensi Zakat Tergarap, Pemkot Ajak Sinergi Baznas Makassar Tuntaskan Kemiskinan
Pemerintah Kota Makassar mengajak Sinergi Baznas Makassar untuk menuntaskan kemiskinan, mengingat potensi zakat yang baru tergarap 15% dari total. Bagaimana kolaborasi ini akan bekerja?
Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, secara aktif mengajak Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk bersinergi dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan sekaligus menuntaskan persoalan kemiskinan yang masih menjadi tantangan di kota tersebut. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam sebuah acara penting.
Wali Kota Munafri Arifuddin menyampaikan ajakan tersebut saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Baznas Kota Makassar pada hari Sabtu. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti bahwa potensi zakat di Kota Makassar yang telah digarap baru mencapai sekitar 15 persen dari total yang seharusnya bisa dimaksimalkan. Angka ini menunjukkan adanya ruang besar untuk peningkatan kontribusi zakat.
Menurut Munafri, sinergi antara pemerintah dan Baznas akan menghasilkan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan jika masing-masing pihak berjalan sendiri. "Pemerintah bisa berjalan, Baznas juga bisa berjalan sendiri. Tapi kalau ini disatukan, daya dobraknya jauh lebih baik," ujarnya, menekankan kekuatan kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama. Pendekatan ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan bagi masyarakat.
Optimalisasi Potensi Zakat dan Peran Baznas dalam Sinergi Baznas Makassar
Wali Kota Munafri Arifuddin menggarisbawahi bahwa Baznas memiliki keunggulan dalam pendekatan langsung yang lebih detail di tengah masyarakat. Kemampuan Baznas dalam proses intervensi sosial bahkan dinilai lebih piawai dibandingkan pemerintah kota. Ini menjadi aset berharga dalam upaya penanggulangan kemiskinan dan memperkuat Sinergi Baznas Makassar.
Pola pendekatan yang dipakai Baznas, menurut Munafri, dapat membuka ruang yang lebih detail lagi dalam menyentuh kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, ia berharap Baznas tidak bersikap pasif, melainkan harus aktif mengingatkan masyarakat tentang kewajiban zakat. "Harus aktif mengingatkan, apakah kita sudah bayar zakat atau belum. Karena kalau tidak, justru Baznas yang berdosa ketika kita lupa," katanya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa peran Baznas tidak hanya sebatas pengumpul dan penyalur zakat, tetapi juga sebagai pengingat dan motivator bagi umat. Dengan potensi zakat yang masih besar dan baru tergarap sebagian kecil, aktivasi peran ini menjadi krusial. Sinergi Baznas Makassar diharapkan mampu menggerakkan lebih banyak muzaki untuk berpartisipasi.
Integritas Pengurus dan Kolaborasi Lintas Sektor untuk Penuntasan Kemiskinan
Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, juga menekankan pentingnya integritas bagi para pengurus Baznas. Ia mengingatkan bahwa dana yang dikelola bukanlah milik pribadi, melainkan milik umat. Pengelolaan dana ini memerlukan tanggung jawab besar dan transparansi untuk menjaga kepercayaan publik, yang merupakan bagian integral dari Sinergi Baznas Makassar.
Banyak pihak yang ingin menjadi pengurus Baznas, namun Appi menegaskan bahwa inti persoalannya adalah pengelolaan dana umat yang harus dilakukan dengan amanah. "Banyak orang mau jadi pengurus Baznas, tapi persoalannya, yang dikelola ini bukan punya satu orang, tapi ini barang milik umat," jelasnya. Integritas menjadi kunci utama dalam menjalankan amanah ini demi kemaslahatan bersama.
Selain sinergi dengan Baznas, Pemkot Makassar juga menjadwalkan pertemuan dengan Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas). Pertemuan ini bertujuan untuk membicarakan optimalisasi dana deposito warga Makassar di bank, agar dapat dikelola secara lebih produktif untuk kepentingan umat. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkot untuk mencari berbagai sumber daya guna menuntaskan kemiskinan.
Wali Kota Munafri menegaskan bahwa pengumpulan zakat dan optimalisasi dana bukan sekadar permintaan, melainkan kewajiban. "Ini bukan masalah minta, tapi ini kewajiban. Berdosa jika tidak disampaikan. Jadi kita tidak bisa berjalan sendiri, harus berjalan bersama untuk menuntaskan kemiskinan," pungkasnya. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci utama dalam mencapai target penuntasan kemiskinan di Makassar.
Sumber: AntaraNews