Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Karena Ada Akumulasi Gas

Senin, 14 Oktober 2019 21:37 Reporter : Purnomo Edi
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Karena Ada Akumulasi Gas Merapi Erupsi. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida menerangkan akumulasi gas di Gunung Merapi menjadi penyebab terjadinya awan panas letusan. Adanya akumulasi gas ini bisa menyebabkan sewaktu-waktu terjadinya awan panas letusan.

"Penyebabnya akumulasi gas karena saat ini Merapi masih proses terus ya masih hidup. Merapi ini masih hidup jadi proses terus terjadi akumulasi gas bisa terjadi dan sewaktu-waktu bisa meletus seperti itu," ujar Hanik di BPPTKG Yogyakarta, Senin (14/10).

Hanik menjabarkan awanpanas letusan masih berpotensi kembali terjadi. Hal ini disebabkan karena aktivitas Gunung Merapi masih terus terjadi.

Hanik menambahkan awan panas letusan Gunung Merapi ini menyebabkan material abu vulkanik terbang terbawa angin hingga ke daerah Magelang, Jawa Tengah.

"Sisi barat lebih banyak ya (abunya). Jadi kaya di daerah Magelang, Muntilan sisi barat, barat daya barat laut. Arah ke timur ada tapi kecil dan jaraknya dekat merapi. Abu yang perlu diingat karena tergantung kecepatan dan arah angin. Selatan tidak (ada sebaran abu)," papar Hanik.

Hanik menerangkan awan panas yang terjadi 14 Oktober 2019 memiliki karakteristik yang sama dengan awan panas yang terjadi pada 22 September 2019 yang lalu. Hanya saja saat 22 September 2019, tinggi kolom awan panas letusan hanya 800 meter dari puncak Gunung Merapi.

"Rekomendasi dari kami masih sama jarak 3 Km tidak ada aktivitas Merapi. Dimohon masyarakat tidak panik tidak mengikuti berita-berita yang kurang tepat tolong ikuti berita dari kami. Kami akan memberikan informasi secara menerus kepada masyarakat," pungkas Hanik. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Gunung Merapi
  2. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini