Mataram, Lombok, akan menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (Himbarsi) pada tahun 2026. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyambut baik rencana ini dan menyatakan komitmen penuh pemerintah provinsi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan berskala nasional tersebut.
Rakornas BPR Syariah ini diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi daerah. Pelibatan UMKM lokal menjadi salah satu fokus utama yang didorong oleh Gubernur Iqbal dalam rangkaian acara ini.
Kegiatan ini akan menghadirkan sekitar 174 BPR Syariah dari seluruh Indonesia, menjadikan momentum penting untuk memperkuat peran ekonomi syariah sekaligus mempromosikan potensi daerah Lombok ke tingkat nasional. Pemprov NTB siap memberikan dukungan fasilitas dan kolaborasi lintas sektor untuk kesuksesan acara ini.
Advertisement
Advertisement
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyukseskan Rakornas BPR Syariah 2026 di Lombok. Dukungan ini mencakup penyediaan fasilitas serta kolaborasi lintas sektor guna memastikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Menurut Iqbal, kegiatan berskala nasional ini merupakan momentum krusial untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Selain itu, Rakornas juga menjadi ajang strategis untuk mempromosikan potensi pariwisata dan produk lokal NTB kepada peserta dari berbagai daerah.
Beliau menekankan pentingnya mengintegrasikan pelaku UMKM dalam seluruh rangkaian kegiatan agar manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat. “Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berhenti pada forum, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM dan ekonomi daerah,” ujar Iqbal.
Advertisement
Gubernur juga berharap BPR Syariah ke depan dapat semakin kuat, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan zaman.
Advertisement
Ketua Panitia Rakornas, Ivan Eroka Yuliadji, yang juga Direktur BPR Syariah Tulen Amanah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan dihadiri oleh sekitar 174 BPR Syariah dari seluruh Indonesia. “Yang akan hadir insya Allah dari 174 BPR Syariah seluruh Indonesia yang akan memenuhi Lombok ini,” katanya.
Rangkaian kegiatan Rakornas BPR Syariah akan dimulai pada 19 April 2026 dengan penyelenggaraan UMKM Fest. Festival ini akan dipusatkan di area Car Free Day Jalan Udayana, Kota Mataram, dan melibatkan pelaku usaha lokal serta masyarakat umum.
Agenda utama Rakornas dijadwalkan berlangsung pada 20 April 2026 dan direncanakan akan dibuka langsung oleh Gubernur NTB. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup pada 21 April 2026.
Advertisement
Advertisement
Selain Rakornas utama, juga akan digelar BPR Syariah Summit 2026 yang mengangkat sejumlah topik strategis. Topik-topik tersebut meliputi pengembangan bisnis, teknologi informasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Peserta Summit akan memiliki kesempatan untuk memilih topik yang diminati, sesuai dengan kebutuhan dan fokus pengembangan masing-masing BPR Syariah. Forum ini diharapkan mampu menjawab tantangan industri keuangan syariah di era digital.
Sebagai bagian dari upaya promosi daerah, panitia juga menyiapkan agenda kunjungan ke UMKM lokal dan destinasi wisata di Lombok. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi keindahan dan produk unggulan Lombok kepada para peserta dari seluruh Indonesia.
Advertisement
“Kami juga akan mengunjungi beberapa UMKM dan tadabur alam ke destinasi wisata di Lombok. Jadi sekaligus memperkenalkan Lombok kepada Indonesia, sesuai tema kami dari Lombok untuk Indonesia,” tambah Ivan.
Sumber: AntaraNews