Geopark Rinjani UNESCO Diuji di Chile, Akankah Tetap Bertahan dengan Kekayaan Budayanya?

Status Geopark Rinjani UNESCO akan dievaluasi di Chile. Akankah destinasi kebanggaan Lombok ini mampu mempertahankan pengakuan globalnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Geopark Rinjani UNESCO Diuji di Chile, Akankah Tetap Bertahan dengan Kekayaan Budayanya?
Evaluasi status Geopark Rinjani sebagai Jaringan Unesco Global Geopark akan disidangkan di Chili pada September 2025. Akankah Rinjani tetap menjadi Geopark Dunia? (Merdeka.com)

Status UNESCO Global Geopark untuk Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan kembali dievaluasi. Penilaian ulang ini akan dilakukan dalam sebuah sesi yang dijadwalkan pada bulan September mendatang di Chile. Qwadru Wicaksono, General Manager Geopark Rinjani, menyampaikan bahwa informasi mengenai jadwal evaluasi telah diterima.

Sesi di Chile ini akan menjadi penentu kelayakan status Geopark Rinjani berdasarkan hasil asesmen lapangan. Tim UNESCO sebelumnya telah melakukan penilaian langsung di Lombok pada bulan Juni dan Juli 2025. Hasil evaluasi ini sangat dinantikan oleh pihak pengelola dan masyarakat setempat.

Pengumuman resmi mengenai hasil evaluasi ini diperkirakan akan disampaikan pada bulan April tahun depan. Pihak Geopark Rinjani berkomitmen untuk menindaklanjuti semua masukan yang diberikan oleh tim UNESCO. Ini termasuk peningkatan informasi di pusat-pusat informasi geopark yang berlokasi di Sembalun, Lombok Timur, dan Gili Trawangan, Lombok Utara.

UNESCO akan menggunakan pertemuan di Chile sebagai forum untuk mengevaluasi hasil asesmen langsung yang telah dilakukan timnya di Lombok. Penilaian ini merupakan bagian dari prosedur standar untuk memastikan bahwa Geopark Rinjani tetap memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh UNESCO Global Geopark Network. Tim pengelola Geopark Rinjani telah mempersiapkan diri untuk menghadapi proses ini.

Qwadru Wicaksono menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti setiap masukan dari tim UNESCO. Meskipun ada beberapa kekurangan minor, tim penilai UNESCO melihat Gunung Rinjani sebagai geopark yang sangat kaya akan nilai-nilai budaya. Ini menjadi modal berharga bagi destinasi ini untuk mempertahankan posisinya di jaringan UNESCO Global Geopark.

Geopark Rinjani telah menerima apresiasi yang lebih tinggi dibandingkan beberapa geopark lain di luar negeri. Oleh karena itu, harapan besar disematkan agar Gunung Rinjani dapat memperoleh 'kartu hijau' atau persetujuan untuk mempertahankan statusnya. Dukungan dari berbagai pihak sangat penting dalam proses evaluasi Geopark Rinjani ini.

Gunung Rinjani secara resmi masuk dalam UNESCO Global Geopark Network pada tahun 2018. Pengakuan ini menempatkan Rinjani sebagai salah satu situs geologi dan budaya penting di dunia. Status ini membawa dampak positif bagi konservasi lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di wilayah Lombok.

Gunung berapi ini terletak di dalam Taman Nasional Gunung Rinjani, yang juga merupakan rumah bagi Danau Segara Anak. Danau yang terletak lebih dari dua ribu meter di atas permukaan laut ini menjadi salah satu daya tarik wisata utama. Keindahan alam dan keunikan geologi Rinjani menjadi alasan kuat pengakuan UNESCO.

Keberadaan Geopark Rinjani juga mendukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan budaya lokal. Status UNESCO mendorong pengelolaan yang lebih baik dan promosi yang lebih luas. Ini membantu meningkatkan kesadaran global akan pentingnya menjaga warisan alam dan budaya yang ada di Rinjani.

Gunung Rinjani sempat menjadi sorotan nasional dan internasional menyusul insiden kecelakaan fatal yang menimpa turis asal Brasil, Juliana Marins, pada Juni lalu. Tragedi ini memicu pemerintah Indonesia untuk mengambil berbagai langkah konkret. Tujuannya adalah meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung yang mendaki Gunung Rinjani.

Berbagai upaya telah dilakukan, termasuk perbaikan dan penambahan fasilitas serta infrastruktur pendakian. Peningkatan kapasitas penduduk lokal dalam misi pencarian dan penyelamatan (SAR) juga menjadi fokus utama. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meminimalisir risiko dan memastikan keselamatan wisatawan.

Lebih lanjut, Gunung Rinjani ditetapkan sebagai model percontohan untuk prosedur dan standar pendakian baru. Standar ini nantinya akan diterapkan secara nasional di seluruh gunung di Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menjadikan Rinjani sebagai destinasi pendakian yang aman dan terkelola dengan baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi