Permasalahan sampah plastik masih menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar di Indonesia. Berdasarkan studi terbaru yang dilakukan peneliti dari University of Leeds dan dipublikasikan dalam jurnal Nature edisi September 2024, Indonesia tercatat sebagai negara penghasil polusi plastik terbesar ketiga di dunia, dengan estimasi 3,4 juta metrik ton polusi plastik yang dihasilkan setiap tahunnya.
Temuan ini kembali menegaskan urgensi penanganan sampah plastik di Tanah Air, terutama di tengah komitmen global untuk mengurangi dampak lingkungan akibat limbah non-organik.
Sebagai bentuk komitmen nasional, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan pengurangan sampah plastik di laut hingga 70 persen pada 2025. Selain itu, pemerintah juga menargetkan pengurangan timbulan sampah plastik secara keseluruhan sebesar 30 persen pada tahun yang sama.
Langkah strategis tersebut didorong implementasi Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, yang menjadi kerangka kebijakan jangka panjang untuk mendorong sektor industri, terutama produsen barang konsumsi, agar bertanggung jawab terhadap limbah yang dihasilkan. Dalam peta jalan ini, ditetapkan target pengurangan sampah sebesar 30 persen dari total timbulan pada 2029.
Meskipun kebijakan sudah digulirkan, tantangan besar masih mengadang, mulai dari lemahnya infrastruktur pengelolaan sampah, minimnya kesadaran publik, hingga praktik daur ulang yang belum optimal. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target ambisius ini.
Advertisement
Indonesia menempati urutan ketiga sebagai penghasil polusi plastik terbesar di dunia
Seorang pekerja memilah sampah plastik di sebuah depo pengumpulan yang berasal dari 660 bank sampah dari seluruh penjuru kota di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/6/2025). (JUNI KRISWANTO/AFP)
Seorang pekerja memilah sampah plastik di sebuah depo pengumpulan yang berasal dari 660 bank sampah dari seluruh penjuru kota di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/6/2025). (JUNI KRISWANTO/AFP)
Pekerja memilah sampah plastik di sebuah depo pengumpulan yang berasal dari 660 bank sampah dari seluruh penjuru kota di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/6/2025). (JUNI KRISWANTO/AFP)
Advertisement
Pekerja memilah sampah plastik di sebuah depo pengumpulan yang berasal dari 660 bank sampah dari seluruh penjuru kota di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/6/2025). (JUNI KRISWANTO/AFP)
Seorang pekerja memilah sampah plastik di sebuah depo pengumpulan yang berasal dari 660 bank sampah dari seluruh penjuru kota di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/6/2025). (JUNI KRISWANTO/AFP)
Seorang pekerja memilah sampah plastik di sebuah depo pengumpulan yang berasal dari 660 bank sampah dari seluruh penjuru kota di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/6/2025). (JUNI KRISWANTO/AFP)
Advertisement
Seorang pekerja memilah sampah plastik di sebuah depo pengumpulan yang berasal dari 660 bank sampah dari seluruh penjuru kota di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/6/2025). (JUNI KRISWANTO/AFP)
Seorang pekerja memilah sampah plastik di sebuah depo pengumpulan yang berasal dari 660 bank sampah dari seluruh penjuru kota di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/6/2025). (JUNI KRISWANTO/AFP)