Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, secara tegas mengumumkan komitmennya untuk memprioritaskan pembangunan berbasis ekologi. Langkah strategis ini bertujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal agar lebih tangguh di masa depan.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menjelaskan bahwa seluruh wilayah yang tergabung dalam Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) memiliki visi serupa. Mereka bertekad melakukan transformasi pembangunan yang berfokus pada ekologi dan kesejahteraan komunitas setempat secara berkelanjutan.
Dengan demikian, pola pembangunan lama yang bersifat ekstraktif dan berorientasi jangka pendek tidak lagi dianggap relevan untuk diterapkan. Pendekatan baru ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih seimbang dan berdaya tahan.
Advertisement
Advertisement
Transformasi Pembangunan Berkelanjutan di Sigi
Bupati Rizal Intjenae menegaskan bahwa transformasi pembangunan di Sigi dilakukan dengan mengubah pendekatan yang ada. Dari yang sebelumnya berorientasi pada proyek semata, kini beralih menuju pembangunan ekosistem berkelanjutan yang melibatkan banyak pihak.
Pendekatan ini menekankan pentingnya kolaborasi multipihak yang setara dalam setiap tahapan pembangunan. Sebagai contoh nyata, inisiatif pembangunan ekosistem ekonomi restoratif berbasis lanskap kini tengah dikembangkan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sigi.
Pemerintah Kabupaten Sigi juga secara aktif mendorong penguatan sektor agrobisnis. Upaya ini tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berperan penting dalam mengurangi risiko bencana alam yang mungkin terjadi.
Advertisement
Kabupaten lain seperti Siak dan Kalimantan Barat juga mengembangkan model serupa. Mereka fokus pada perlindungan lahan gambut serta ekonomi berbasis sungai dan hutan sebagai bagian dari komitmen LTKL.
Advertisement
Tantangan dan Potensi Unik Kabupaten Sigi
Kabupaten Sigi memiliki sejarah yang penuh tantangan, salah satunya adalah bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda pada tahun 2018. Peristiwa alam ini menjadi pengingat penting akan kerentanan wilayah tersebut terhadap berbagai risiko.
Namun demikian, Sigi juga diberkahi dengan lanskap yang sangat unik dan berharga. Sekitar 70 persen wilayahnya merupakan kawasan hutan yang luas, termasuk di dalamnya adalah Taman Nasional Lore Lindu yang kaya keanekaragaman hayati.
Potensi alam yang melimpah ini menjadi modal berharga bagi Kabupaten Sigi untuk pembangunan yang lebih baik dan berkelanjutan. Pemanfaatan sumber daya alam harus dilakukan secara bijaksana dan bertanggung jawab.
Advertisement
Oleh karena itu, pembangunan berbasis ekologi Sigi menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan. Ini juga memastikan bahwa potensi alam tersebut dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Advertisement
Kolaborasi Multihak untuk Sigi Lestari
Bupati Rizal Intjenae menekankan bahwa pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Diperlukan dukungan dari seluruh pihak untuk turut serta dalam transformasi ini.
Dukungan tersebut mencakup investasi jangka panjang, riset dan transfer teknologi, serta penyediaan pasar bagi produk dan usaha lokal. Kemitraan yang saling menghargai dan menguatkan sangat esensial.
“Tentunya daerah tidak bisa berjalan sendiri sehingga membutuhkan kemitraan yang saling menghargai, menguatkan, dan berpihak pada keberlanjutan,” kata Rizal. Kemitraan ini penting untuk mewujudkan kabupaten yang lestari dan berdaya.
Advertisement
Visi utama adalah terciptanya alam yang terjaga, masyarakat yang sejahtera, dan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang solid, Kabupaten Sigi dapat menjadi contoh pembangunan yang harmonis dengan lingkungan.
Sumber: AntaraNews