Fakta Unik: Kwarcab Pramuka Badung Gotong Royong Pascabencana, Bersihkan Sungai Ayung Sepanjang 2 KM!

Kwarcab Pramuka Badung ikut serta dalam TMMD Ke-126, bergotong royong membersihkan Sungai Ayung pascabencana banjir. Aksi ini wujud nyata pengabdian dan kepedulian lingkungan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Kwarcab Pramuka Badung Gotong Royong Pascabencana, Bersihkan Sungai Ayung Sepanjang 2 KM!
Kwarcab Pramuka Badung ikut serta dalam TMMD Ke-126, bergotong royong membersihkan Sungai Ayung pascabencana banjir. Aksi ini wujud nyata pengabdian dan kepedulian lingkungan. (AntaraNews)

Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Badung, Bali, menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat. Mereka aktif berpartisipasi dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-126 yang berfokus pada penanganan pascabencana banjir.

Kegiatan gotong royong ini meliputi pembersihan Sungai Ayung, normalisasi aliran sungai, serta perbaikan infrastruktur jalan. Inisiatif ini merupakan bentuk sinergi antara Pramuka dan TNI untuk membantu pemulihan wilayah yang terdampak bencana.

Aksi nyata Kwarcab Pramuka Badung ini bertujuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Kwarcab Pramuka Badung secara langsung terlibat dalam bakti sosial pascabencana banjir. Mereka bergabung dengan rangkaian TMMD Ke-126 yang berlokasi di Kabupaten Badung, Bali.

Waka Abdimas Humas Kwarcab Badung, Gede Wirawan, menyatakan bahwa keikutsertaan ini merupakan manifestasi konkret pengabdian. "Bakti sosial yang kami ikuti di antaranya adalah dengan membersihkan Sungai Ayung, normalisasi sungai serta perbaikan jalan pada rangkaian TMMD Ke-126," ujarnya di Mangupura, Kabupaten Badung, Senin.

Kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Pemerintah Kabupaten Badung dalam upaya mitigasi bencana. Pencegahan banjir melalui normalisasi sungai menjadi salah satu fokus utama dalam program tersebut.

"Kami hadir sebagai wujud kepedulian dan pengabdian tanpa batas. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Pemkab Badung dalam upaya mencegah banjir melalui normalisasi sungai," tambah Gede Wirawan.

Fokus utama kegiatan pembersihan dan normalisasi dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayung. Area yang ditangani mencakup sepanjang dua kilometer, menunjukkan skala komitmen Pramuka Badung.

Langkah strategis ini diambil untuk mencegah terulangnya bencana banjir yang sempat melanda wilayah tersebut. Bencana serupa dapat menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan infrastruktur.

Gede Wirawan menekankan pentingnya upaya pencegahan ini bagi Badung sebagai destinasi pariwisata internasional. "Sebagai destinasi pariwisata internasional, Badung memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kenyamanan pariwisata dengan mengantisipasi potensi bencana ini," kata dia.

Dengan menjaga kebersihan dan kelancaran aliran sungai, diharapkan potensi banjir dapat diminimalisir. Hal ini penting untuk menjaga citra pariwisata dan keamanan bagi para wisatawan.

Kapusdiklatcab Badung, Wayan Sukarta, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini memiliki dimensi pendidikan. Ini menjadi bagian integral dari metode pendidikan kepramukaan yang diterapkan.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, Pramuka didorong untuk mengembangkan karakter dan keterampilan. Ini juga menjadi sarana untuk mendorong akreditasi kwartir sebagai bagian dari peningkatan kualitas kepramukaan.

"Kami hadir untuk melakukan pengawasan, evaluasi, sekaligus pengembangan agar kegiatan bakti sosial ini menjadi model pembelajaran sosial yang berkelanjutan," ungkap Wayan Sukarta.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Namun juga berfungsi sebagai platform pembelajaran yang berharga bagi anggota Pramuka Badung untuk masa depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi