Fakta Unik Keraton 1745: Tokoh Lintas Agama Berduka Wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII

Tokoh lintas agama John N. Palinggi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII, Raja Keraton Kasunanan Surakarta, yang meninggalkan warisan kepemimpinan dan keteladanan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Keraton 1745: Tokoh Lintas Agama Berduka Wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII
Tokoh lintas agama John N. Palinggi menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII, Raja Keraton Kasunanan Surakarta, yang meninggalkan warisan kepemimpinan dan keteladanan. (AntaraNews)

John N. Palinggi, seorang tokoh lintas agama yang dikenal luas, menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya Sinuhun Pakubuwono XIII Hangabehi. Raja Keraton Kasunanan Surakarta tersebut meninggal dunia pada Minggu (02/11) setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Indriati.

Ungkapan duka ini disampaikan Palinggi melalui pernyataan tertulis di Jakarta, menyoroti kehilangan besar bagi masyarakat Surakarta dan bangsa Indonesia. Kepergian Sinuhun Pakubuwono XIII dianggap sebagai kehilangan sosok yang sangat dihormati dan diteladani oleh banyak pihak.

Palinggi, yang juga Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (BISMA), berharap penerus tahta Keraton Surakarta dapat melanjutkan kepemimpinan dengan kearifan. Ia juga mengajak warga Surakarta untuk mendukung penuh suksesi kepemimpinan keraton yang telah berdiri sejak tahun 1745 ini.

John N. Palinggi, yang juga dikenal dengan gelar Kanjeng Pangeran John Palinggi Wiryonegoro, secara khusus memberikan penghormatan terakhir. Ia mengungkapkan rasa duka mendalam atas wafatnya Yang Mulia Sinuhun Pakubuwono XIII, sosok yang sangat dihormati.

"Beliau sosok yang dihormati dan diteladani," kata John Palinggi dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta pada Senin malam. Pernyataan ini menegaskan posisi penting Sinuhun Pakubuwono XIII dalam masyarakat luas.

Bagi Palinggi, kepergian Sinuhun Pakubuwono XIII meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga keraton. Namun juga dirasakan oleh seluruh masyarakat Surakarta dan seluruh bangsa Indonesia yang menghargai warisan budaya serta kepemimpinan beliau.

Keraton Kasunanan Surakarta, yang telah berdiri kokoh sejak tahun 1745, kini menghadapi tantangan suksesi kepemimpinan. John Palinggi menyoroti pentingnya sosok penerus yang mampu menjaga tradisi dan membawa kemajuan di masa depan.

Ia berharap penerus tahta Keraton Kasunanan Surakarta nantinya akan memiliki kearifan, kebijaksanaan, dan keberanian. Kualitas-kualitas ini dianggap krusial dalam memimpin keraton di tengah dinamika zaman yang terus berkembang.

Pada kesempatan yang sama, John Palinggi juga mengajak seluruh warga Surakarta untuk bersatu. Ia menekankan pentingnya memberikan dukungan penuh kepada penerus tahta Keraton Surakarta yang akan ditetapkan di kemudian hari demi keberlangsungan tradisi.

Raja Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII Hangabehi diketahui meninggal dunia pada Minggu (02/11). Beliau menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Indriati, setelah berjuang melawan sakit.

Rencana pemakaman telah disusun dengan cermat oleh pihak keraton dan keluarga. Jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII Hangabehi akan dimakamkan di kompleks pemakaman raja-raja Mataram yang bersejarah.

Lokasi pemakaman yang dipilih adalah Imogiri, Bantul, bersebelahan dengan makam PB XII. Prosesi pemakaman ini dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu (5/11), menjadi momen terakhir penghormatan bagi sang raja yang dihormati.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi