Fakta Unik: Ambon Buka 779 Akses Air Bersih Baru, Wujud Nyata Peningkatan Kualitas Hidup Warga

Pemerintah Kota Ambon serius tingkatkan Akses Air Bersih Ambon dengan 779 sambungan baru hingga 2025. Simak bagaimana upaya ini mengubah wajah kota!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Ambon Buka 779 Akses Air Bersih Baru, Wujud Nyata Peningkatan Kualitas Hidup Warga
Pemerintah Kota Ambon serius tingkatkan Akses Air Bersih Ambon dengan 779 sambungan baru hingga 2025. Simak bagaimana upaya ini mengubah wajah kota! (Merdeka.com)

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon telah mengambil langkah signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup warganya. Sebanyak 779 sambungan baru akses air bersih dibuka di berbagai wilayah, termasuk Negeri Halong dan Passo. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Ambon untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Langkah strategis ini tidak hanya berfokus pada penambahan sambungan baru. Rehabilitasi dan perbaikan jaringan distribusi air sepanjang 2.000 meter juga dilakukan. Tujuannya adalah memastikan kelancaran suplai air bersih yang berkelanjutan bagi seluruh penduduk kota.

Program ini disampaikan oleh Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena. Beliau memaparkan capaian ini dalam rapat paripurna istimewa HUT ke-450 Kota Ambon. Ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam mewujudkan visi pembangunan "Ambon Manise: Inklusif, Toleran, dan Berkelanjutan".

Upaya peningkatan Akses Air Bersih Ambon menjadi prioritas utama. Wali Kota Bodewin M. Wattimena menjelaskan bahwa 779 sambungan baru telah dibuka. Hal ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak rumah tangga di Kota Ambon.

Selain pembukaan sambungan baru, Pemkot juga fokus pada perbaikan infrastruktur. Jaringan distribusi air sepanjang 2.000 meter direhabilitasi. Ini penting untuk menjaga kualitas dan kuantitas pasokan air bersih.

Proyek ini dijadwalkan selesai pada Agustus 2025. Pemkot Ambon bertekad memastikan setiap warga memiliki akses memadai terhadap air bersih. Ketersediaan air bersih adalah fondasi penting bagi kesehatan masyarakat.

Di samping fokus pada air bersih, Kota Ambon juga mencatat berbagai kemajuan di sektor lain. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Ambon mencapai 83,37, tergolong kategori tinggi. Ini menunjukkan peningkatan kualitas hidup secara keseluruhan.

Perekonomian daerah juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 5,96 persen pada 2024. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,03 persen. Tingkat inflasi di Ambon juga tetap terkendali.

Meskipun demikian, Wali Kota mengakui adanya tantangan yang perlu segera ditangani. Tingkat pengangguran terbuka masih cukup tinggi, mencapai 11,65 persen. Pengelolaan sampah juga belum optimal, serta kualitas infrastruktur masih perlu ditingkatkan.

Dalam mengatasi masalah sampah, Pemkot Ambon bekerja sama dengan bank sampah. Mereka berhasil membeli kurang lebih 3 ton sampah plastik dari masyarakat untuk didaur ulang. Program ini juga mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang benar.

Pemkot Ambon terus berinovasi dalam pelayanan publik. Pembangunan mall pelayanan publik sedang dalam tahap penyelesaian. Fasilitas ini dijadwalkan beroperasi pada awal 2026, diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan.

Untuk mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja, Pemkot menyalurkan bantuan modal usaha. Sebanyak 650 pelaku UMKM telah menerima bantuan ini. Pembentukan 50 koperasi Merah Putih di desa/negeri/kelurahan juga dilakukan.

Selain itu, Pemkot memfasilitasi 6.583 izin usaha baru melalui sistem Online Single Submission (OSS). Ini menunjukkan komitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Penataan 27 ruas parkir dan penertiban parkir di tepi jalan juga dilakukan untuk kelancaran transportasi.

Ambon juga kembali ditetapkan sebagai Kota Kreatif Musik oleh UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dengan predikat "Excellent." Capaian ini diharapkan memperkuat komunitas ekonomi kreatif. Ini juga berpotensi mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

Mengusung tema "Bergerak Bersama, Par Ambon Maluku dan Indonesia Pung Bae," Wali Kota Ambon mengajak seluruh elemen masyarakat. Beliau menyerukan gotong royong dalam pembangunan kota. Keberhasilan pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

Wali Kota menegaskan, "Ambon yang lebih baik hanya dapat tercapai jika kita semua bergerak bersama, bersinergi, dan berkontribusi secara nyata." Pernyataan ini menekankan pentingnya peran serta masyarakat, akademisi, dan dunia usaha. Semua pihak harus bersatu padu untuk kemajuan kota.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Dengan sinergi yang kuat, berbagai tantangan dapat diatasi. Peningkatan Akses Air Bersih Ambon hanyalah salah satu contoh nyata dari komitmen ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi