Fakta Mengejutkan! Hanya 4 Siswa Keracunan Makanan Gratis dari Ribuan Porsi, Polres Pamekasan Turun Tangan Selidiki Dugaan Kelalaian

Polres Pamekasan tengah menyelidiki kasus dugaan keracunan makanan gratis dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah lembaga pendidikan. Dari ribuan porsi, hanya empat siswa di satu SD yang keracunan, namun kasus serupa juga muncul di TK lain.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan! Hanya 4 Siswa Keracunan Makanan Gratis dari Ribuan Porsi, Polres Pamekasan Turun Tangan Selidiki Dugaan Kelalaian
Polres Pamekasan tengah menyelidiki kasus dugaan keracunan makanan gratis dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah lembaga pendidikan. Dari ribuan porsi, hanya empat siswa di satu SD yang keracunan, namun kasus serupa juga muncul di TK lain. (Merdeka.com)

Aparat kepolisian Polres Pamekasan, Jawa Timur, secara serius melakukan penyelidikan terhadap kasus keracunan makanan yang berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini menimpa siswa di salah satu lembaga pendidikan negeri di wilayah tersebut, memicu kekhawatiran publik.

Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto mengonfirmasi bahwa personel dari Polsek Pegantenan telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Kasus dugaan keracunan makanan ini terjadi di SD Negeri 1 Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, pada tanggal 16 September 2025.

Penyelidikan ini bertujuan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut dan memastikan akuntabilitas pihak-pihak terkait. Langkah cepat kepolisian diharapkan dapat memberikan kejelasan serta mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Penyelidikan Menyeluruh oleh Polres Pamekasan

Dalam upaya pengungkapan kasus, petugas kepolisian tidak hanya mengambil sampel makanan, tetapi juga mulai meminta keterangan dari berbagai pihak. Mereka yang dimintai keterangan meliputi siswa yang menjadi korban, orang tua siswa, guru, dan kepala sekolah untuk mendapatkan gambaran lengkap.

Selain itu, personel kepolisian juga meminta keterangan dari pihak penyedia makanan. Pihak tersebut adalah pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-Bukhori Murtajih, yang bertanggung jawab menyalurkan menu MBG ke SDN Pasanggar 1.

Kapolres menjelaskan bahwa SPPG Al-Bukhori Murtajih melayani ribuan orang dalam program Makan Bergizi Gratis tersebut. "Dari ribuan paket nasi tersebut, hanya empat orang yang mengalami keracunan, yakni siswa di SDN 1 Pasanggar, Pamekasan," ujar AKBP Hendra Eko Triyulianto.

Terkait kasus keracunan makanan ini, Kapolres meminta agar para orang tua siswa tidak panik. "Dugaan sementara kemungkinan dari ompreng yang digunakan sebagai wadah makanan, karena, dari ribuan orang mengonsumsi makanan tersebut, hanya empat orang yang diduga mengalami keracunan," tambahnya, menunjukkan fokus awal penyelidikan.

Kasus Serupa dan Temuan Lain Program Makan Bergizi Gratis

Selain insiden di SDN 1 Pasanggar, kasus keracunan makanan dari program MBG juga dilaporkan terjadi di TK Al-Falah, Tlanakan, Pamekasan. Dalam kasus ini, sebanyak delapan orang terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit umum Kabupaten Pamekasan setelah mengalami gejala keracunan.

Menanggapi kejadian ini, Kapolres menegaskan, "Untuk di Kecamatan Tlanakan, kami juga telah meminta Polsek Tlanakan mengusut tuntas kasus itu sebagaimana di Kecamatan Pegantenan." Hal ini menunjukkan komitmen kepolisian untuk menangani semua laporan keracunan secara serius.

Program MBG di Pamekasan juga diwarnai dengan temuan lain yang mengkhawatirkan, yaitu belatung dalam makanan, seperti yang terjadi di SMA Negeri 3 Pamekasan. Kasus ini sempat diunggah ke media sosial dan menjadi viral di kalangan warganet, menimbulkan perdebatan.

Hasil penyelidikan oleh pihak sekolah dan penyedia makanan menyimpulkan bahwa belatung yang ditemukan dalam makanan kemungkinan berasal dari buah jeruk yang luka. Kondisi buah yang rusak tersebut diduga menjadi pemicu munculnya ulat, bukan karena kontaminasi langsung dari proses masak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi