Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Barat mencatat penanganan ribuan pohon bermasalah di wilayahnya. Sebanyak 6.128 pohon telah ditangani selama periode Januari hingga Agustus 2025. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga Jakarta Barat.
Kepala Sudin Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma, mengungkapkan rincian penanganan tersebut. Penanganan meliputi penopingan, penebangan, serta evakuasi pohon tumbang dan sempal. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons aduan masyarakat.
Inisiatif ini penting untuk mengurangi risiko bahaya akibat pohon rapuh atau tumbang, terutama saat cuaca ekstrem. Warga dapat melaporkan pohon bermasalah melalui sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM). Ini memastikan lingkungan kota tetap aman bagi seluruh penduduk.
Advertisement
Advertisement
Penanganan pohon bermasalah di Jakarta Barat dilakukan dengan berbagai metode sesuai kondisi. Sudin Tamhut Jakarta Barat mengklasifikasikan penanganan menjadi penopingan atau pemangkasan, penebangan, serta evakuasi. Langkah-langkah ini diambil berdasarkan tingkat risiko dan kondisi pohon.
Dirja Kusuma merinci bahwa pemangkasan ringan dilakukan pada 2.681 pohon. Sementara itu, pemangkasan sedang mencapai 1.879 pohon, dan pemangkasan berat sebanyak 1.196 pohon. Total keseluruhan pemangkasan mencapai 5.756 pohon yang telah dirapikan.
Selain pemangkasan, ada juga penanganan terhadap pohon yang lebih kritis. Sebanyak 112 pohon tercatat telah ditebang karena kondisinya yang membahayakan. Pohon sempal atau patah sebagian mencapai 89, dan pohon tumbang yang dievakuasi berjumlah 171 pohon. Jenis pohon yang ditangani beragam, termasuk ketapang, glodokan, angsana, akasia, palem, mangga, beringin, asam kranji, dan jambu air.
Advertisement
Advertisement
Data penanganan pohon bermasalah menunjukkan fluktuasi setiap bulannya sepanjang tahun 2025. Pada bulan Januari, 536 pohon ditangani, diikuti Februari dengan 570 pohon. Maret mencatat 649 penanganan, dan April meningkat menjadi 736 pohon.
Puncak penanganan terjadi pada bulan Mei dengan 932 pohon, lalu Juni 900 pohon, dan Juli 914 pohon. Pada bulan Agustus, jumlah penanganan mencapai 891 pohon, melengkapi total 6.128 pohon yang ditangani. Statistik ini menunjukkan respons aktif Sudin Tamhut terhadap aduan warga.
Untuk memudahkan warga melaporkan pohon bermasalah, Sudin Tamhut Jakarta Barat memanfaatkan sistem Cepat Respon Masyarakat (CRM). Warga dapat menggunakan aplikasi JAKI sebagai salah satu sarana pelaporan. Prosesnya cukup mudah dan dapat dilakukan secara privat atau publik.
Advertisement
Langkah-langkah pelaporan melalui aplikasi JAKI meliputi mengunduh dan membuka aplikasi, mengetuk ikon kamera, memilih jenis laporan, mengambil gambar, mengisi detail keterangan, serta lokasi. Setelah semua data terisi, laporan dapat langsung dikirim. Sistem ini memastikan setiap aduan mengenai pohon bermasalah dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Sumber: AntaraNews