Fakta Menarik: 1.200 Mahasiswa Unibos Siap Edukasi Masyarakat Makassar dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Sebanyak 1.200 mahasiswa Unibos diterjunkan ke Makassar untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah berkelanjutan, demi mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Menarik: 1.200 Mahasiswa Unibos Siap Edukasi Masyarakat Makassar dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Sebanyak 1.200 mahasiswa Unibos diterjunkan ke Makassar untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah berkelanjutan, demi mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029. (AntaraNews)

Sebanyak 1.200 mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka siap mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Para mahasiswa ini akan ditempatkan di empat kecamatan dan empat kelurahan yang menjadi lokasi KKN Tematik di Makassar. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran publik. Program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Rektor Unibos, Prof Batara Surya, menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam adaptasi dan kerja sama dengan masyarakat setempat. Ia juga menegaskan bahwa “Keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat merupakan ujian nyata dari proses pembelajaran di kampus”. KKN ini menjadi momentum penting untuk mencapai target Makassar Bebas Sampah 2029.

Mahasiswa Unibos dalam Misi Pengelolaan Sampah

Prof Batara Surya mengungkapkan bahwa kampus tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat. Oleh karena itu, partisipasi aktif mahasiswa Unibos dalam KKN Tematik sangat krusial. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan dalam mendorong kesadaran akan pengelolaan sampah yang efektif.

Prof Batara menargetkan Kota Makassar dapat menjadi kota bebas sampah pada tahun 2029, dengan kontribusi nyata dari para mahasiswanya. KKN ini menjadi jembatan antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Tujuannya adalah mengedukasi serta menggerakkan kesadaran publik menuju ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan.

Sebanyak 1.200 mahasiswa ini akan fokus pada edukasi dan implementasi praktik pengelolaan sampah yang baik. Mereka akan membantu masyarakat memahami cara memilah, mengurangi, dan mendaur ulang sampah. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan di lingkungan tempat mereka bertugas.

Strategi Makassar Menuju Kota Bebas Sampah 2029

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, memaparkan peta jalan pengelolaan sampah yang ambisius. Peta jalan ini bertujuan untuk mewujudkan Makassar Bebas Sampah 2029, salah satunya melalui program inovatif bernama Makassar Eco Circular Hub. Program ini menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak.

Dalam penjelasannya, Helmy Budiman menggarisbawahi kolaborasi erat antara pemerintah, komunitas, dan sektor usaha. Kolaborasi ini esensial dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan terpadu. Setiap elemen memiliki peran spesifik untuk mencapai tujuan bersama.

Peran camat adalah mengoordinasikan edukasi bagi petugas kebersihan di wilayahnya masing-masing. Sementara itu, lurah bersama RT/RW bertanggung jawab dalam mengidentifikasi potensi sumber sampah. Sumber sampah ini termasuk dari bisnis, pasar, perumahan, dan sekolah, untuk memastikan penanganan yang tepat.

Komunitas dan warga diharapkan dapat mengelola bank sampah unit dan mendorong inovasi produk daur ulang. “Komunitas dan warga diharapkan dapat mengelola bank sampah unit dan mendorong inovasi produk daur ulang, sementara sektor hotel, restoran, dan kafe berperan dalam mengelola sampah organik dan donasi limbah terpilah,” ujar Helmy Budiman. Melalui program ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah, serta sinergi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha dalam mewujudkan Makassar bersih, hijau, dan berdaya sirkular.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi