Fadli Zon minta masa pendukung Cabup Tolikara hormati Putusan MK

Kamis, 12 Oktober 2017 20:49 Reporter : Sania Mashabi
rusuh di Kemendagri. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kemarin (11/10) diserang oleh masa pendukung dari salah satu Calon Bupati Tolikara yang kalah di Pilkada 2017 dan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Diketahui MK menolak gugatan tersebut.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pihak Calon Gubernur yang kalah untuk menghormati putusan MK. "Untuk Tolikara, saya tidak tahu apakah memang tidak ada keadilan atau memang kecurangan. Tapi kalau sudah ada keputusan MK, ya apa boleh buat," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/10).

Dia melihat hasil pilkada ini selalu menuai pro dan kontra terutama bagi beberapa di daerah yang cenderung rawan bersengketa. Kendati demikian, Fadli menyarankan bagi setiap daerah yang bersengketa dalam pilkada untuk selalu menghormati putusan MK yang bersifat mengikat.

"Tapi memang di daerah tertentu, kecurangan itu berlaku masif, seperti yang terjadi dibeberapa kabupaten Papua, misal di Kabupaten Papua ada kecurangan yang masif. Dan akhirnya memang Bawaslu merekomendasikan diskualifikasi," ungkapnya.

"Saya juga melihat bahwa persoalan Pilkada ini kan persoalan yang selalu ada pro kontra terhadap hasilnya, terutama yang bersengketa. Saya kira sudah tepat lah jalannya, bahwa ada keputusan MK yang final dan mengikat," ucapnya.

Sebelumnya, Kantor Kemendagri diserang masa pendukung salah satu pasangan calon Bupati Tolikara yang kalah saat Pilkada 2017. Mereka melakukan pengerusakan karena merasa tidak didengarkan oleh Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Dirjen Otda Kemendagri Sumarsono menuturkan, akibat serangan itu, seorang petugas keamanan Kantor Kemendagri dilarikan ke rumah sakit. "Satu orang dari pegawai Kemendagri dibawa ke rumah sakit lantaran mengalami luka," kata Sumarsono di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Tidak hanya korban luka, penyerangan itu juga membuat empat mobil dan satu bus rusak dengan kaca pecah di Unit Layanan Administrasi Kementerian Dalam Negeri. Sumarsono menjelaskan, aksi tersebut terjadi pukul 15.00 WIB. Padahal mereka sudah diberikan penjelasan terkait sengketa Pilkada Tolikara.

"Massa yang berjumlah sekitar 15 orang itu merasa tak puas hingga tersulut emosi," tambah dia. [fik]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.