Dulu, Setya Novanto larang Fredrich marah-marah

Kamis, 8 Februari 2018 20:14 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Dulu, Setya Novanto larang Fredrich marah-marah Sidang Setya Novanto. ©2018 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Pengacara Fredrich Yunadi sempat emosi usai mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Fredrich sempat tidak terima lantaran menilai dakwaan yang dibuat palsu.

Mantan kliennya, Setya Novanto pun menanggapi sikap Fredrich. Novanto sempat melihat tingkah Fredrich di ruang sidang sebelum menjalani sidang dengan agenda pemeriksaan saksi.

"Iya lihat ngamuk-ngamuk terus," kata Setya Novanto usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (8/2).

Dia menegaskan kalau Fredrich masih jadi kuasa hukumnya akan melarang agar tidak marah di ruang sidang. Dia mengakui akan melarangnya jika Fredrich marah. "Kalau dulu sama saya enggak boleh, saya larang," kata Novanto.

Diketahui sebelumnya, Pengacara Fredrich Yunadi didakwa bersama dengan dokter Bimanesh Sutarjo melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, pada Kamis (16/11) lalu. Usai dibacakan dakwaan, Fredrich mengaku sudah mengerti surat dakwaan KPK.

Tetapi Fredrich mengatakan, surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum KPK adalah palsu dan rekayasa. dan Dia meminta untuk langsung membacakan eksepsi.

"Saya sudah membaca surat dakwan yang diserahkan, tapi surat dakwaan itu palsu dan rekayasa. Dan saya akan membacakan eksepsi," kata Fredrich saat dimintai tanggapannya oleh majelis hakim, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (8/2).

Tetapi pembacaan eksepsi gagal untuk dibacakan langsung lantaran penasihat hukum meminta agar dilakukan pembacaan eksepsi pada persidangan selanjutnya, Kamis (16/2). Fredrich menerima keputusan kuasa hukumnya.

"Setelah kami melakukan perundingan (dengan penasehat hukum) kami sepakat untuk mengajukan eksepsi minggu depan," ungkapnya.

Namun, Fredrich menegaskan bahwa ingin sekali membacakan eksepsi langsung. Lantaran Fredrich menilai pihak KPK melakukan penipuan.

"Walaupun saya ingin sekali mengajukan eksepsi sekarang untuk menelanjangi penipuan dari jaksa penuntut umum (KPK)," kata Fredrich dengan suara lantang sambil menunjukan surat eksepsi. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini