Dorong Perubahan Pola Pikir, Wamen Tekankan Reformasi Cara Kerja di Lingkungan Imigrasi dan Pemasyarakatan

Silmy menegaskan bahwa mempertahankan pola kerja lama tidak akan membawa perubahan berarti bagi organisasi.

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Dorong Perubahan Pola Pikir, Wamen Tekankan Reformasi Cara Kerja di Lingkungan Imigrasi dan Pemasyarakatan
Dorong Perubahan Pola Pikir, Wamen Tekankan Reformasi Cara Kerja di Lingkungan Imigrasi dan Pemasyarakatan (Merdeka.com)

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan cara kerja di lingkungan kementeriannya sebagai kunci peningkatan kinerja organisasi. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan pengarahan di Lembaga Permasyarakatan Kelas III A Serang, Senin (6/4).

Dalam arahannya, Silmy menegaskan bahwa mempertahankan pola kerja lama tidak akan membawa perubahan berarti bagi organisasi. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar berani melakukan inovasi dan meninggalkan kebiasaan yang tidak lagi relevan.

"Merupakan suatu kegagalan jika cara kerja sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda," ujarnya.

Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai satuan kerja di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan wilayah Banten, termasuk Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang, I Gusti Agung Komang Artawa. Pengarahan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kinerja organisasi sekaligus penyamaan persepsi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi.

Silmy juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas lini serta peran aktif pimpinan dalam membina jajaran. Menurutnya, kepemimpinan yang efektif harus mampu membangun komunikasi terbuka dan mendorong perbaikan kinerja secara berkelanjutan.

Ia bahkan membuka ruang komunikasi langsung bagi seluruh jajaran, selama ditujukan untuk kepentingan organisasi.

"Jangan sungkan untuk menghubungi saya dalam rangka untuk perbaikan kinerja, bukan untuk memperjuangkan nasibnya sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap persoalan dalam organisasi harus dilihat secara menyeluruh agar solusi yang diambil tepat sasaran dan berdampak luas. Dalam konteks tersebut, ia menyoroti dua aspek fundamental yang menentukan keberhasilan organisasi.

“Dalam ilmu perang ada dua yang menentukan: logistik dan komunikasi,” jelasnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa kesiapan sumber daya serta kelancaran komunikasi menjadi fondasi utama dalam mendukung kinerja organisasi yang optimal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat di antara seluruh jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di wilayah Banten. 

Selain itu, peningkatan kinerja juga diharapkan dapat dirasakan hingga ke tingkat satuan kerja, termasuk Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang, dalam menjalankan tugas keimigrasian secara maksimal.

Rekomendasi