Pemerintah Kabupaten Donggala mengambil langkah strategis untuk memajukan industri lokal. Mereka mengajak masyarakat di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, khususnya para penenun, untuk meningkatkan kualitas tenun sarung Donggala. Inisiatif ini bertujuan memperkuat posisi produk budaya khas daerah.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala, Muhammad, mengungkapkan bahwa upaya peningkatan kualitas ini didasari keberadaan galeri tenun di Towale. Desa tersebut sudah dikenal sebagai sentra tenun, dan pemerintah daerah berkomitmen penuh. Pengembangan ini diharapkan membawa tenun sarung Donggala dikenal lebih luas hingga kancah nasional.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemkab Donggala akan menyelenggarakan pelatihan khusus bagi para penenun. Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Fokus utamanya adalah peningkatan mutu dan kreativitas motif, serta pengembangan produk turunan dari tenun sarung Donggala.
Advertisement
Advertisement
Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala akan memberikan pelatihan khusus kepada para penenun di Towale. Pelatihan ini berfokus pada peningkatan kualitas mutu tenun sarung Donggala. Tujuannya agar produk yang dihasilkan memiliki standar lebih tinggi dan daya saing yang kuat di pasar.
Selain itu, masyarakat juga akan dilatih untuk lebih kreatif dalam mencari dan mengembangkan motif-motif baru. Inovasi motif sangat penting untuk menarik minat konsumen yang lebih luas. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong diversifikasi produk.
Pemerintah daerah juga mendorong warga setempat untuk membuat produk oleh-oleh ekonomi kreatif. Produk ini dapat terbuat dari sarung tenun Donggala. Pengembangan produk turunan seperti souvenir dan cenderamata khas daerah akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Advertisement
Muhammad berharap para penenun di Desa Towale tidak hanya mampu mempertahankan tradisi. Mereka juga diharapkan bisa bersaing di pasar modern dengan produk yang lebih bervariasi. Ini adalah langkah penting untuk keberlanjutan industri tenun lokal.
Advertisement
Komitmen Pemkab Donggala terhadap pengembangan tenun sarung Donggala dibuktikan dengan alokasi anggaran. Anggaran sebesar Rp1 miliar telah dialokasikan ke Dinas Pariwisata setempat. Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
Anggaran tersebut akan digunakan untuk pelatihan kain tenun Bomba di Desa Towale dan Desa Limboro pada tahun 2025. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pembuatan motif sarung Donggala. Diharapkan motif yang dihasilkan menjadi lebih variatif dan representatif.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menjadikan Donggala sebagai daerah tujuan wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Pengembangan tenun sarung Donggala adalah bagian integral dari visi ini. Ini akan menarik wisatawan dan meningkatkan perekonomian daerah.
Advertisement
Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Donggala dalam melestarikan warisan budaya. Sekaligus juga mengembangkan potensi ekonomi lokal. Dengan demikian, tenun sarung Donggala diharapkan dapat menjadi ikon kebanggaan nasional.
Sumber: AntaraNews