DKP3 Kota Cirebon Pastikan Keamanan Pangan Cirebon Lebaran Terjamin, Hasil Uji Sampel Negatif Bahan Berbahaya

Jelang Lebaran 2026, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon memastikan keamanan pangan Cirebon Lebaran dengan pengujian sampel di pasar tradisional, hasilnya aman dikonsumsi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DKP3 Kota Cirebon Pastikan Keamanan Pangan Cirebon Lebaran Terjamin, Hasil Uji Sampel Negatif Bahan Berbahaya
Jelang Lebaran 2026, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon memastikan keamanan pangan Cirebon Lebaran dengan pengujian sampel di pasar tradisional, hasilnya aman dikonsumsi. (AntaraNews)

Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon memberikan jaminan bahwa bahan pangan yang beredar di pasar tradisional setempat aman dikonsumsi masyarakat. Pernyataan penting ini disampaikan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026 yang semakin dekat. Pengujian komprehensif telah dilakukan terhadap berbagai sampel komoditas pangan segar yang diperdagangkan.

Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, pada Sabtu (07/3) menegaskan bahwa hasil pengujian menunjukkan tidak adanya kandungan zat berbahaya. Pengawasan ketat ini bertujuan untuk melindungi konsumen dari potensi risiko kesehatan yang mungkin timbul. Langkah proaktif ini diambil untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi seluruh warga Cirebon.

Pengujian sampel mencakup kategori pangan segar asal tumbuhan, hewan, dan ikan yang dijual di berbagai pasar. Fokus utama adalah memastikan bahwa produk-produk tersebut bebas dari residu pestisida atau bahan pengawet berbahaya. Dengan demikian, masyarakat dapat berbelanja kebutuhan Lebaran dengan lebih tenang dan tanpa kekhawatiran.

Pengujian Komoditas Pangan Segar Asal Tumbuhan dan Hewan

Dalam upaya berkelanjutan untuk menjamin keamanan pangan Cirebon Lebaran, DKP3 Kota Cirebon telah melaksanakan serangkaian pengujian mendalam. Komoditas pangan segar asal tumbuhan seperti bawang merah dan cabai merah menjadi prioritas utama dalam pemeriksaan ini. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa komoditas tersebut aman dari residu pestisida yang berbahaya.

Elmi Masruroh menjelaskan lebih lanjut bahwa jika pun ditemukan residu pestisida, kadarnya masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh standar keamanan pangan. Hal ini secara signifikan memastikan bahwa sayuran tersebut layak dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Pengawasan ketat semacam ini terus dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas produk yang beredar.

Selain itu, pengujian juga difokuskan pada pangan segar asal hewan, khususnya sampel daging ayam yang banyak diminati. Sampel daging ayam yang diambil dari pasar tradisional diuji secara menyeluruh untuk mendeteksi keberadaan formalin. Hasilnya, daging ayam tersebut dinyatakan bebas dari formalin, menjadikannya sangat aman untuk dikonsumsi.

Jaminan Keamanan Produk Perikanan Jelang Lebaran

Komitmen DKP3 Kota Cirebon terhadap keamanan pangan Cirebon Lebaran tidak berhenti pada produk pertanian dan peternakan saja. Komoditas perikanan seperti cumi-cumi dan ikan teri juga menjadi sasaran pengujian intensif. Sampel-sampel ini diambil untuk memastikan tidak ada penggunaan bahan pengawet berbahaya yang dapat merugikan kesehatan.

Hasil pengujian laboratorium terhadap cumi-cumi dan ikan teri secara konsisten menunjukkan hasil negatif formalin. Ini berarti kedua komoditas laut tersebut tidak mengandung bahan pengawet kimia berbahaya sama sekali. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu merasa khawatir saat membeli dan mengonsumsi produk perikanan ini.

Elmi Masruroh kembali menegaskan bahwa semua produk yang telah diuji memenuhi standar keamanan pangan yang ketat. Pengawasan ini akan terus diperkuat secara signifikan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang akan datang. Bahkan, jumlah sampel yang akan diuji di pasar juga akan ditambah secara bertahap sesuai arahan langsung dari Wali Kota Cirebon.

Strategi Pengawasan Pangan Menyeluruh di Pasar Tradisional

DKP3 Kota Cirebon secara strategis lebih memfokuskan pengawasan pangan pada pasar tradisional dibandingkan pasar modern. Hal ini dikarenakan pasar modern umumnya telah memiliki sistem pengendalian mutu atau quality control internal yang lebih terstruktur. Ini merupakan langkah cerdas DKP3 untuk memastikan keamanan pangan Cirebon Lebaran di seluruh lapisan masyarakat.

Untuk memastikan efektivitas pengawasan, masing-masing bidang di DKP3 telah menyusun jadwal pengambilan sampel lanjutan yang terperinci. Pengujian ini direncanakan akan dilakukan mulai pekan depan di berbagai pasar tradisional yang berbeda. Tujuannya adalah untuk memperluas cakupan pengawasan dan deteksi dini terhadap potensi bahan berbahaya.

Pengawasan komprehensif ini melibatkan kolaborasi erat antar bidang di DKP3 Kota Cirebon. Bidang ketahanan pangan bertanggung jawab penuh untuk komoditas asal tumbuhan. Sementara itu, bidang peternakan mengawasi secara khusus pangan asal hewan, dan bidang perikanan fokus pada komoditas hasil laut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi