Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan, kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Rusia untuk mencari minyak dengan harga murah di tengah konflik Timur Tengah. Prabowo diketahui tengah berada di Rusia sejak Senin (13/4) dengan didampingi Sekretariat Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
"Cari minyak dengan harga murah untuk contingency, kalau keadaan memburuk," kata Dino kepada wartawan di The St. Regis Jakarta, Selasa (14/4).
Namun, terkait dengan kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Samsoeddin ke Amerika Serikat (AS) atau Washington DC, Dino tidak mengetahui. Dia mengaku baru mengetahui kabar tersebut.
"Kalau kunjungan Menhan ke Amerika, karena saya baru dengar, saya tidak tahu. Tapi ini juga imbauan saya kepada pemerintah. Kalau perjalanan keluar itu diumumkan seminggu sebelumnya, sehari dua hari sebelumnya, jangan sudah terbang baru kita tahu di airport. Jadi ini kan uang rakyat juga dan kita harus tahu ini presiden mau ke mana," ujar Dino.
Sehingga, Dino menilai jika adanya informasi awal soal kunjungan kerja Prabowo ke luar negeri tidak akan menimbulkan spekulasi dari masyarakat.
"Jadi imbauan saya kepada pemerintah setiap kali ada perjalanan ke luar negeri adakan penjelasan briefing secara profesional, secara protokoler saja jadwalnya ke mana dan kalau bisa ketemu siapa dan agendanya apa," tegas Dino yang juga mantan Wakil Menteri Luar Negeri dan Duta Besar Indonesia untuk AS.
"Jadi kita tidak nebak-nebak dan tidak kaget-kaget, jadi itu harapan saya dan termasuk kunjungan Kemhan ke Amerika kan kita enggak ada yang tahu, baru tahunya setelah ada kontroversi. Jadi mudah-mudahan bisa dilakukan secara wajar dan profesional," pungkasnya.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan tujuan kunjungannya ke Moskow saat bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin pada hari Senin, 13 April 2026. Prabowo menyatakan bahwa ia ingin berdiskusi dengan Putin mengenai situasi geopolitik dunia yang saat ini dipenuhi dengan ketidakpastian.
"Saya juga datang untuk konsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat," ungkap Prabowo dalam siaran di Youtube Sekretariat Presiden.
Ia menilai bahwa Rusia telah memberikan kontribusi yang sangat positif dalam menghadapi tantangan geopolitik yang ada saat ini. Oleh karena itu, Prabowo merasa perlu untuk berkonsultasi dengan Putin agar dapat merencanakan langkah-langkah ke depan dan memperkuat kerja sama dengan Rusia.
"Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini. Karena itu, kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerjasama, terutama di bidang ekonomi dan energi," jelas dia.
Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Perang atau Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman di Pentagon, Washington DC, Senin (13/04/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Mayor Jenderal Indonesia Agus Widodo dan Mayor Jenderal Angkatan Udara AS Kelly McKeague.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga menyepakati peningkatan hubungan menjadi Major Defense Cooperation Partnership (MDCP), sebuah kerangka kerja yang dirancang untuk memperluas kerja sama pertahanan. Peningkatan ini menandai kelanjutan hubungan militer yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Kerangka kerja tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama strategis serta kontribusi terhadap stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Kedua pihak menyatakan komitmen untuk melanjutkan kerja sama berdasarkan prinsip saling menghormati kedaulatan serta menjaga stabilitas kawasan.
Advertisement