Mamuju, Merdeka.com – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) secara proaktif melaksanakan program deteksi dini penyebaran tuberkulosis (TBC) di lingkungan sekolah. Inisiatif ini menyasar siswa-siswi tingkat SMA dan SMK di seluruh wilayah tersebut sebagai upaya pencegahan yang efektif.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengidentifikasi kasus TBC sejak awal, memutus mata rantai penularan, serta meningkatkan kesadaran remaja akan bahaya penyakit ini. Program skrining telah dimulai di SMKN 1 Rangas Kabupaten Mamuju, melibatkan ratusan pelajar.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk mencapai target eliminasi TBC pada tahun 2030 mendatang.
Advertisement
Advertisement
"Sebagai upaya mendeteksi dini dan mengeliminasi tuberkulosis, kami melakukan skrining kesehatan terhadap siswa-siswi SMA dan SMK," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dr Nursyamsi Rahim, pada skrining tuberkulosis di SMKN 1 Rangas Kabupaten Mamuju.
Sebanyak 200 siswa-siswi di SMKN 1 Rangas telah mengikuti rangkaian skrining Deteksi Dini TBC yang meliputi penilaian gejala klinis, identifikasi faktor risiko penularan, serta edukasi mendalam terkait tanda dan gejala TBC. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada peserta.
Nursyamsi menambahkan bahwa sosialisasi TBC juga menjadi fokus utama untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai mekanisme penularan penyakit ini. Pentingnya pencegahan serta urgensi pemeriksaan dini jika mengalami gejala yang mengarah pada TBC ditekankan secara berkelanjutan.
Advertisement
"Edukasi ini diharapkan dapat memupuk kesadaran dan perubahan perilaku hidup sehat bagi generasi muda," ujarnya, menekankan pentingnya peran remaja dalam menjaga kesehatan komunitas.
Advertisement
Selain skrining dan edukasi, kegiatan ini juga memperkenalkan "Squad TBC" SMKN 1 Rangas Mamuju, sebuah kelompok pelajar inovatif yang dibentuk khusus. Kelompok ini bertugas membantu penyebaran informasi akurat mengenai TBC di lingkungan sekolah.
Squad TBC juga memiliki peran penting dalam mengajak rekan sebaya untuk aktif melakukan pemeriksaan kesehatan jika ada indikasi gejala. Mereka juga mengadvokasi perilaku pencegahan TBC, seperti menjaga kebersihan dan etika batuk, di kalangan pelajar.
"Squad TBC ini menjadi inovasi penting dalam upaya pemberdayaan pelajar sebagai agen perubahan," jelas Nursyamsi. Pembentukan kelompok ini menunjukkan komitmen untuk melibatkan langsung generasi muda dalam program kesehatan publik.
Advertisement
Nursyamsi menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme pihak sekolah dan para siswa-siswi yang berpartisipasi aktif dalam program skrining Deteksi Dini TBC ini. Keterlibatan aktif sekolah sangat krusial dalam mendukung target eliminasi TBC.
Advertisement
Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulbar menegaskan bahwa skrining dan pembentukan Squad TBC ini merupakan langkah krusial dalam mendeteksi kasus TBC secara dini. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan untuk membangun budaya saling peduli terhadap kesehatan di lingkungan sekolah.
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi keterlibatan aktif sekolah dalam program eliminasi TBC. Generasi muda harus diberikan pemahaman yang benar karena mereka adalah garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sehat," terang Nursyamsi.
Rencananya, kegiatan serupa akan terus diperluas ke sekolah-sekolah lain di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat. Ekspansi program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pelajar dan komunitas.
Advertisement
Perluasan jangkauan ini adalah bagian dari strategi besar untuk mendukung target nasional eliminasi TBC pada tahun 2030. Dengan Deteksi Dini TBC yang masif, diharapkan penularan dapat ditekan secara signifikan.
Sumber: AntaraNews