Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi dan memberikan dukungan kepada santri yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo dan Al Falah Ploso. Jumlah santri Ponpes Lirboyo Kota Kediri total mencapai 34 ribu, di mana 10 persennya berasal dari Jabar. Demikian juga di Ponpes Al Falah Ploso Mojo Kediri, dari total kurang lebih 18 ribu santrinya, 10 persennya dari Jabar.
Kedatangan Ridwan Kamil bersama Abdullah Abu Bakar disambut oleh KH Anwar Mansyur dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo dan juga KH An'im Falahudin Mahrus, anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa.
"Silaturahmi yang demikian sangat baik dampaknya bagi negara yang kita cintai. Karena kita sedang menghadapi kelompok yang keras, karena apapun kebijakan pemerintah dianggap buruk. Solusinya, umaro dan ulama bersatu bisa menjadi solusi", sambut KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Kamis (20/1).
Ridwan Kamil mengaku senang bertemu santri-santri yang ada di pesantren di Kediri. "Di Jawa Barat jumlah pesantrennya lebih besar dari pada di Jawa Timur, namun secara jumlah santri Jawa Timur lebih besar. Kebetulan 10 persen santri di Pondok Pesantren Lirboyo dan Ponpes Al Falah Ploso Mojo Kediri ini dari Jawa Barat, kami titip mereka belajar di sini," ungkap Ridwan Kamil.
Di Kediri Ridwan Kamil juga sempat menikmati kuliner pecel di Taman Brantas. Taman Brantas adalah merupakan design Ridwan Kamil atas permintaan Abdullah Abu Bakar. Kedua pimpinan daerah ini juga melakukan balapan sepeda di Taman Brantas.
Usai kegiatan di Kota Kediri, Ridwan Kamil melanjutkan kunjungan ke Kampung Inggris di Pare Kediri. Yakni ke tempat kursus legendaris Basic English Course (BEC). Di Pare, Ridwan Kamil melakukan dialog dengan peserta kursus dari Jawa Barat.