Desmond yakin dalang penculikan 98' Soeharto, bukan Prabowo

Sabtu, 17 Mei 2014 08:00 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Desmond yakin dalang penculikan 98' Soeharto, bukan Prabowo Desmond Junaidi Mahesa. ©istimewa

Merdeka.com - Isu penculikan aktivis tahun 1998 mulai marak jelang Pilpres 2014. Wajar saja, aktor yang diduga menjadi dalang penculikan, Prabowo Subianto hendak menjadi capres dari Partai Gerindra .

Penculikan 13 aktivis mahasiswa yang dilakukan oleh Tim Mawar dari anggota Kopassus ini pun selalu dikaitkan dengan Prabowo. Kala itu, mantan menantu Soeharto ini menjabat sebagai Danjen Kopassus yang akhirnya dicopot oleh Presiden Habibie karena diduga ikut terlibat.

Pencopotan dan penculikan pun menjadi dosa politik yang menjadi tembok penghalang Prabowo untuk jadi orang nomor satu di negeri ini. Begitu pula saat Prabowo menjadi cawapres Megawati Soekarnoputri di 2009 lalu, isu penculikan tak bisa lepas dari Ketua Dewan Pembina Gerindra itu.

Prabowo pun berkali-kali telah membantah melakukan penculikan dan pembunuhan tersebut. Salah satu bukti kuat dan menjadi pembelaan adalah bergabungnya Desmond Junaidi Mahesa yang kini malah menjadi anak buah Prabowo dan masuk Gerindra .

Kala itu, Desmond menjadi korban penculikan di Lembaga Bantuan Hukum Nusantara, Jakarta, 4 Februari 1998. Dia yakin, yang menjadi dalang adalah mantan Presiden Soeharto untuk mengamankan sidang Istimewa MPR dan ingin melenggangkan kekuasannya.

"Kenapa aku menyebut bahwa biangnya adalah Soeharto? Dulu orang menuduh LB Moerdani dalam persoalan 'penembakan misterius', ternyata dalam bukunya Soeharto: Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, Soeharto mengakui bahwa dialah yang memberikan komando untuk menindak tegas. Inilah yang meyakinkan aku," demikian pengakuan Desmond seperti dikutip merdeka.com dalam buku berjudul Prabowo sang kontroversi halaman 37, Sabtu (17/5).

Dia tak percaya dalang di balik penculikan adalah Prabowo sebagai Danjen Kopassus kala itu. Dia menilai, tak mungkin seorang Prabowo mampu menculik begitu saja, sementara dia menuding Mabes Polri juga terlibat dalam hal ini.

"Begitu hebatkah Prabowo bisa mempengaruhi tiga teritorial uang berbeda? Begitu hebatkah Prabowo bisa menekan Mabes Polri? Harus diingat pada saat aku diculik itu, Panglima ABRI-nya Feisal Tanjung, sampai sekarang tidak ada yang mempersoalkannya," terang dia.

Dia pun curiga otak di balik penculikan adalah Feisal Tanjung. Namun dalam tetap dalam perintah dari Soeharto .

"Yang harus dibuka adalah fakta tentang siapa yang diorder oleh Soeharto pada waktu itu, Prabowo atau Feisal," kata Desmond yang kini menjadi Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra itu. [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini