Desa Cineam Kekeringan, Polisi Terjunkan Water Canon Bantu Warga yang Kesulitan Air

Polisi menerima laporan bahwa warga di Kecamatan Cineam banyak yang terdampak akibat kekeringan dan kesulitan air bersih.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Desa Cineam Kekeringan, Polisi Terjunkan Water Canon Bantu Warga yang Kesulitan Air
Polisi Turunkan Water Canon ke desa Yang Kesulitan Air Bersih. ©2019 Merdeka.com/Iqbal

Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota menurunkan kendaraan penyemprot air (water canon) ke Dudun Ciriri dan Neglasari, Desa Cijulang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya. Bukan untuk membubarkan aksi massa, namun kendaraan yang berkapasitas 6000 liter itu mendistribusikan air bersih bagi warga.

Kepala Satuan Sabhara Polres Tasikmalaya Kota, AKP Yudiyono menyebut pihaknya sengaja mengalihfungsikan kendaraan water canon untuk membawa air bersih bagi warga. Hal tersebut dilakukan karena polisi menerima laporan bahwa warga di Kecamatan Cineam banyak yang terdampak akibat kekeringan dan kesulitan air bersih.

Menerima informasi tersebut, kata Yudiyono, pihaknya langsung menurunkan kendaraan tersebut untuk membantu meringankan permasalahan tersebut. "Kita sebagai abdi negara tentu siap membantu warga. Ini kan kapasitasnya enam ribu liter sehingga bisa dibagikan cukup banyak kepada masyarakat," ujarnya, Kamis (27/6).

Dia menyebut kendaraan water canon baru kali ini diturunkan untuk membantu kekeringan yang dialami warga. Meski demikian, dia menyebut jika ada yang merasakan dampak kekeringan akibat kemarau bisa langsung melapor ke polisi. Pihaknya siap mengerahkan kendaraan untuk menyalurkan air bersih.

Sementara itu Camat Cineam, Ari Fitriadi menyebut bahwa sejumlah tempat di wilayahnya sering mengalami kekeringan selama musim kemarau. "Ada beberapa titik lokasi yang harus didistribusikan air bersih, di antaranya Desa Ancol, Ciampanan, Cijulang dan sebagian Pasirmukti," ungkapnya.

Wilayah-wilayah tersebut, kata Ari, letak geografisnya berada di atas bukti sehingga mengalami krisis. Agar mendapatkan cukup air untuk kebutuhan-sehari-hari, biasanya warga harus menggali sumur yang dalam.

"Dengan kondisi ini harus ada upaya lain yang memerlukan teknologi dan menyiapkan biaya yang cukup besar karena lokasinya yang tinggi dan jauh. Namun pembuatan sumur dan penyediaan air diluar domain pemerintah desa karena akan memakan anggatan yang cukup besar," jelasnya.

Ari berharap pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bisa memberikan solusi untuk mengatasi masalah krisis air itu. Salah satunya dengan membangun sumur artesis sehingga kebutuhan air saat kemarau tetap tercukupi.

Rekomendasi